
Pantau - Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia, Muhammad Taufiq, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) menjadi salah satu kunci utama keberhasilan pembangunan di Papua Raya melalui penguatan sumber daya manusia (SDM) dan pengembangan inovasi birokrasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Taufiq dalam Pertemuan Strategis LAN bersama Sekretaris Daerah, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), serta Kepala BPSDM/BKPSDM provinsi se-Papua Raya di Gedung Kantor Gubernur Papua, Kota Jayapura, Rabu.
Pertemuan tersebut membahas penguatan kapasitas aparatur pemerintahan, peningkatan kualitas tata kelola birokrasi, serta pengembangan inovasi yang mampu mendukung kebutuhan pembangunan di berbagai wilayah Papua Raya.
"Penguatan kapasitas ASN di Papua Raya merupakan pilar paling strategis dalam menyukseskan agenda pembangunan nasional," kata Taufiq.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan di Papua Raya membutuhkan kolaborasi yang kuat antardaerah serta pembentukan ekosistem birokrasi yang terintegrasi untuk memastikan berbagai program pemerintah berjalan optimal.
Kolaborasi tersebut harus didukung aparatur pemerintahan yang memiliki kompetensi memadai, menjunjung tinggi integritas, serta mampu menghasilkan kebijakan publik berkualitas sesuai kebutuhan masyarakat.
Kepala LAN Tekankan Pentingnya Kompetensi ASN dan Inovasi Birokrasi
Taufiq menilai pembangunan infrastruktur fisik saja belum cukup untuk mendorong kemajuan Papua Raya apabila tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas aparatur pemerintahan.
Menurutnya, penguatan SDM birokrasi menjadi faktor penting agar pembangunan infrastruktur dapat memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.
"Pembangunan infrastruktur akan lebih optimal apabila diimbangi dengan peningkatan kapasitas aparatur dan pengembangan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di setiap daerah," ujarnya.
Untuk mendukung peningkatan kompetensi tersebut, LAN mendorong pemerintah daerah menyusun Human Capital Development Plan (HCDP) atau rencana pengembangan sumber daya manusia.
Selain itu, LAN juga mendorong pengembangan Corporate University (CorpU) sebagai ekosistem pembelajaran organisasi yang memungkinkan aparatur meningkatkan kompetensi secara berkelanjutan.
Melalui kedua pendekatan tersebut, pengembangan kompetensi ASN diharapkan tidak hanya bergantung pada pelatihan formal, tetapi juga dilakukan melalui pendampingan dan pertukaran pengetahuan di lingkungan pemerintahan.
"Melalui pendekatan tersebut, maka pelatihan, pendampingan, dan pertukaran pengetahuan diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan individu, tetapi juga memperbaiki proses kerja, meningkatkan mutu pelayanan publik, serta menghasilkan inovasi untuk menjawab persoalan masyarakat," katanya.
Taufiq menekankan bahwa peningkatan kompetensi ASN harus menghasilkan dampak nyata terhadap efektivitas proses kerja birokrasi dan kualitas pelayanan publik.
Pengembangan inovasi juga diharapkan mampu menghadirkan solusi yang relevan untuk menjawab berbagai persoalan masyarakat di masing-masing daerah Papua Raya.
LAN Dorong Pemerintah Daerah Papua Tingkatkan Kualitas Kebijakan
Selain penguatan kompetensi aparatur, Taufiq menyoroti pentingnya peningkatan kualitas kebijakan pemerintah daerah melalui pengukuran Indeks Kualitas Kebijakan (IKK).
Menurutnya, pengukuran IKK diperlukan untuk mendorong pemerintah daerah menghasilkan kebijakan yang berbasis bukti dan data, dapat dilaksanakan secara efektif, serta memiliki mekanisme evaluasi yang terukur.
LAN mencatat bahwa pada 2025 terdapat 10 instansi pemerintah di Tanah Papua yang berpartisipasi dalam pengukuran Indeks Kualitas Kebijakan.
"Dan berdasarkan data kami pada 2025, sebanyak 10 instansi pemerintah di Tanah Papua yang berpartisipasi dalam pengukuran IKK karena itu diharapkan dengan kegiatan ini banyak yang terlibat," ujarnya.
Taufiq berharap pertemuan strategis tersebut dapat meningkatkan partisipasi instansi pemerintah di Papua Raya dalam pengukuran IKK pada periode berikutnya.
Peningkatan partisipasi tersebut diharapkan mampu memperkuat budaya penyusunan kebijakan berbasis bukti sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan program pemerintah daerah.
Melalui pengukuran yang lebih luas, pemerintah daerah juga diharapkan mampu mengidentifikasi aspek kebijakan yang perlu diperbaiki agar pelaksanaannya semakin tepat sasaran.
Papua Raya Didorong Menjadi Pusat Inovasi dan Pembelajaran Nasional
Taufiq menegaskan bahwa pemerintah daerah di Papua Raya tidak seharusnya hanya berperan sebagai penerima program pembangunan yang dirancang pemerintah pusat.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu mengembangkan kapasitas dan inovasi secara mandiri agar mampu menjadi pusat pembelajaran bagi wilayah lain di Indonesia.
Pengembangan tersebut dapat dilakukan melalui penerapan praktik-praktik baik dalam tata kelola pemerintahan serta penciptaan solusi inovatif yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Taufiq juga menekankan bahwa setiap inovasi yang dikembangkan harus memperhatikan karakteristik sosial dan budaya masyarakat Papua Raya agar dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.
"Papua Raya tidak boleh lagi sekadar diposisikan sebagai penerima program, melainkan harus bangkit dan bersiap menjadi episentrum inovasi serta pusat keunggulan pembelajaran nasional," katanya.
Menurutnya, kolaborasi lintas wilayah menjadi salah satu faktor penting untuk membangun ekosistem pemerintahan yang mampu menghasilkan inovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Melalui penguatan kompetensi ASN, pengembangan ekosistem pembelajaran birokrasi, serta peningkatan kualitas kebijakan, LAN berharap Papua Raya memiliki aparatur pemerintahan yang semakin profesional, kompeten, dan inovatif.
Upaya tersebut juga diharapkan mampu memperkuat kemampuan pemerintah daerah dalam melaksanakan program pembangunan dan menghadirkan pelayanan publik yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan dukungan kolaborasi antardaerah dan peningkatan kapasitas aparatur secara berkelanjutan, Papua Raya diharapkan berkembang menjadi pusat inovasi dan pembelajaran nasional sekaligus berkontribusi terhadap keberhasilan agenda pembangunan Indonesia.
- Penulis :
- Leon Weldrick




