HOME  ⁄  Nasional

Survei Unhas Ungkap 34,39 Persen Warga Indonesia Timur Lebih Pilih Media Sosial untuk Sampaikan Aspirasi daripada DPR

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Survei Unhas Ungkap 34,39 Persen Warga Indonesia Timur Lebih Pilih Media Sosial untuk Sampaikan Aspirasi daripada DPR
Foto: (Sumber :Kepala Pusat Litbang LPPM Unhas Prof Imam Mujahidin Fahmi (kiri) memberikan keterangan terkait hasil survei terkait kondisi KTI di Makassar. ANTARA/Abd Kadir.)

Pantau - Pusat Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Opini Publik, Demokrasi, dan Pembangunan LPPM Universitas Hasanuddin (Unhas) mengungkapkan bahwa 34,39 persen masyarakat Kawasan Timur Indonesia (KTI) lebih memilih media sosial sebagai sarana menyampaikan aspirasi kepada pengambil kebijakan.

Hasil survei tersebut disampaikan Kepala Pusat Litbang LPPM Unhas, Prof Imam Mujahidin Fahmi, di Makassar, Kamis (22/10/2026).

Perguruan tinggi menempati posisi kedua sebagai saluran aspirasi masyarakat dengan persentase 33,67 persen.

Sementara itu, DPR RI berada di posisi ketiga dengan persentase sekitar 20 persen, disusul DPD RI sebesar 10,94 persen.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa media sosial dan perguruan tinggi menjadi dua pilihan utama responden dalam menyuarakan persoalan yang mereka hadapi.

Media Sosial Jadi Pilihan Utama Warga Indonesia Timur

Prof Imam Mujahidin Fahmi menjelaskan bahwa hasil survei memperlihatkan semakin besarnya pemanfaatan ruang digital untuk menyampaikan aspirasi publik.

Media sosial dipilih oleh 34,39 persen responden sebagai wadah untuk menyampaikan berbagai persoalan kepada pemerintah pusat.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pilihan terhadap lembaga legislatif seperti DPR RI dan DPD RI.

Adapun perguruan tinggi memperoleh persentase yang hampir sama dengan media sosial, yakni 33,67 persen.

Menurut Imam, hasil tersebut memperlihatkan adanya harapan masyarakat terhadap peran lembaga pendidikan tinggi dalam menjembatani komunikasi dengan pemerintah.

Unhas Diharapkan Jadi Jembatan Aspirasi Masyarakat dan Pemerintah

Imam mengatakan perguruan tinggi diharapkan menjalankan peran sebagai lembaga independen yang mampu menghimpun dan mengkaji berbagai persoalan masyarakat.

Aspirasi tersebut kemudian dapat disampaikan kepada pengambil kebijakan melalui pendekatan ilmiah.

"Masyarakat berharap Unhas bersama perguruan tinggi lainnya dapat menjadi jembatan agar berbagai persoalan di daerah tidak hanya menjadi perhatian lokal, tetapi juga mendapat perhatian dan respons dari pemerintah pusat," ujarnya.

Menurutnya, peran perguruan tinggi tidak hanya terbatas pada kegiatan pendidikan dan penelitian, tetapi juga dapat membantu menyampaikan kebutuhan masyarakat kepada pemerintah.

Hasil survei tersebut menjadi salah satu gambaran mengenai saluran komunikasi yang lebih dipilih masyarakat di kawasan timur Indonesia.

Survei Unhas Libatkan 900 Responden dari Kalimantan hingga Papua

Survei Litbang Unhas melibatkan 900 responden yang tersebar di berbagai wilayah Kawasan Timur Indonesia.

Wilayah penelitian mencakup seluruh Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua.

Sulawesi Selatan menjadi wilayah dengan proporsi sampel terbesar, yakni 16 persen dari total responden.

Nusa Tenggara Timur berada di posisi berikutnya dengan 10 persen responden.

Nusa Tenggara Barat dan Kalimantan Barat masing-masing menyumbang 9,4 persen responden.

Sementara itu, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan masing-masing memiliki proporsi sampel sebesar 7 persen.

Sulawesi Tengah menyumbang 5,5 persen responden, sedangkan Sulawesi Tenggara sebesar 5 persen.

Kalimantan Utara menjadi wilayah dengan proporsi sampel terkecil, yakni 1,1 persen.

Pengumpulan Data Dilakukan Melalui Wawancara Telepon

Litbang Unhas mengumpulkan data survei melalui wawancara telepon menggunakan kuesioner terstruktur.

Proses pengumpulan data berlangsung pada 23 September hingga 9 Oktober 2026.

Metode tersebut digunakan untuk memperoleh tanggapan masyarakat mengenai pilihan saluran penyampaian aspirasi kepada pemerintah pusat.

Imam menyebutkan survei memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan perkiraan batas kesalahan sebesar 3,4 hingga 3,7 persen.

"Adapun tingkat kepercayaan seperti biasa, 95 persen dan error-nya kira-kira 3,4 sampai 3,7," ujarnya.

Hasil penelitian tersebut menggambarkan preferensi responden di Kawasan Timur Indonesia terhadap media sosial, perguruan tinggi, serta lembaga perwakilan sebagai saluran aspirasi publik.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026