HOME  ⁄  Nasional

Galeri Nasional Indonesia Direvitalisasi, Fadli Zon Siapkan Ruang Pamer Koleksi Istana hingga Karya Raden Saleh

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Galeri Nasional Indonesia Direvitalisasi, Fadli Zon Siapkan Ruang Pamer Koleksi Istana hingga Karya Raden Saleh
Foto: Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat peletakan batu pertama proyek revitalitasi Galeri Nasional Indonesia di Jakarta Pusat, Jumat 23/10/2026 (sumber: ANTARA/Farhan Arda Nugraha)

Pantau - Menteri Kebudayaan Fadli Zon memulai revitalisasi Galeri Nasional Indonesia di Jakarta untuk memperkuat fungsi galeri sebagai pusat seni rupa nasional sekaligus menyiapkan ruang pamer permanen bagi karya-karya dari koleksi Istana Negara, termasuk lukisan "Penangkapan Diponegoro" karya Raden Saleh.

Revitalisasi tersebut mencakup pembaruan infrastruktur, perluasan ruang pamer, dan penataan fasilitas untuk menghadirkan perjalanan seni rupa Indonesia dari masa lalu hingga masa kini.

Fadli menyampaikan bahwa tahap perbaikan bangunan ditargetkan selesai pada akhir 2026, sebelum dilanjutkan dengan pembenahan dan penataan ruang pamer pada awal 2027.

Pernyataan tersebut disampaikan Fadli saat menghadiri acara peletakan batu pertama revitalisasi Galeri Nasional Indonesia di Jakarta, Jumat (23/10/2026).

"Kita berharap revitalisasi Galeri Nasional ini berjalan dengan lancar dan nantinya akan menjadi rumah bagi seni rupa Indonesia dan menjadi satu etalase budaya dan peradaban dari para seniman kita dari masa ke masa," ujar Fadli.

Galeri Nasional Akan Pamerkan Koleksi Istana Negara dan Lukisan Raden Saleh

Salah satu fokus utama revitalisasi Galeri Nasional Indonesia adalah mengoptimalkan pemanfaatan ruang pamer untuk menampilkan koleksi seni rupa yang dimiliki lembaga tersebut.

Saat ini, Galeri Nasional Indonesia tercatat memiliki sebanyak 1.876 karya seni yang menjadi bagian dari koleksinya.

Melalui revitalisasi, pemerintah berupaya meningkatkan kualitas penataan dan penyajian koleksi agar pengunjung dapat memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai perkembangan seni rupa nasional.

Selain menampilkan koleksi yang telah dimiliki, Galeri Nasional Indonesia juga direncanakan menjadi tempat pemajangan permanen karya-karya seni rupa dari koleksi Istana Negara.

Salah satu mahakarya yang direncanakan dapat dinikmati masyarakat adalah lukisan "Penangkapan Diponegoro" karya maestro seni lukis Indonesia, Raden Saleh.

Lukisan tersebut menjadi salah satu karya yang disebut dalam rencana penyajian koleksi seni rupa setelah revitalisasi Galeri Nasional Indonesia.

Selain karya Raden Saleh, pemerintah juga berencana menghadirkan karya-karya maestro seni lukis Indonesia, Basuki Abdullah.

Kehadiran karya-karya tersebut diharapkan dapat memperkaya penyajian sejarah dan perkembangan seni rupa Indonesia melalui berbagai periode.

Galeri Nasional Indonesia juga direncanakan menampilkan karya seniman asing yang pernah melukis Indonesia, seperti Walter Spies, Bonnet, dan Le Mayeur.

Karya para seniman tersebut akan menjadi bagian dari narasi seni rupa yang menggambarkan Indonesia melalui sudut pandang pelukis dari luar negeri.

Melalui perpaduan karya seniman Indonesia dan asing, pemerintah berharap Galeri Nasional dapat menyajikan perjalanan seni rupa nasional secara lebih beragam.

Fadli Zon Dorong Pembangunan Gedung Seni Rupa Kontemporer

Fadli menjelaskan bahwa pengembangan Galeri Nasional Indonesia tidak hanya diarahkan untuk menampilkan karya seni bersejarah, tetapi juga memberikan ruang bagi perkembangan seni rupa masa kini.

Menurutnya, Galeri Nasional perlu mampu merepresentasikan perjalanan seni rupa Indonesia secara berkesinambungan dari berbagai generasi.

Selain menampilkan karya-karya lama, ruang pamer diharapkan dapat mengakomodasi perkembangan karya seni yang lebih baru.

Fadli juga menyampaikan harapannya agar Kementerian Kebudayaan dapat menginisiasi pembangunan gedung khusus seni rupa kontemporer pada masa mendatang.

"Jadi ini adalah rumah termasuk perjalanan seni rupa kita dari masa lalu hingga masa kini, sekaligus terutama adalah juga karya-karya baru. Mudah-mudahan nanti kita juga mempunyai satu gedung seni rupa kontemporer sendiri yang bisa diinisiasi oleh Kementerian Kebudayaan," kata Fadli.

Rencana pembangunan gedung seni rupa kontemporer tersebut masih berupa harapan dan belum disertai penjelasan mengenai jadwal maupun tahapan pelaksanaannya.

Pengembangan ruang seni rupa kontemporer diharapkan dapat melengkapi fungsi Galeri Nasional sebagai tempat pelestarian sekaligus pengembangan seni rupa Indonesia.

Revitalisasi Galeri Nasional Ditargetkan Rampung Bertahap hingga 2027

Selain pengembangan koleksi, revitalisasi Galeri Nasional Indonesia mencakup pembaruan sejumlah fasilitas dan infrastruktur bangunan.

Pekerjaan yang direncanakan meliputi pembaruan sistem kelistrikan, perbaikan infrastruktur, serta perluasan gedung pameran.

Pembaruan sistem kelistrikan dilakukan untuk mendukung kebutuhan operasional fasilitas galeri.

Sementara itu, perluasan ruang pamer diarahkan untuk meningkatkan kapasitas penyajian koleksi dan mendukung penyelenggaraan kegiatan pameran seni rupa.

Proyek revitalisasi juga mencakup penataan alur kunjungan agar masyarakat dapat menikmati koleksi dan fasilitas galeri secara lebih terarah.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah tetap memperhatikan karakter historis bangunan Galeri Nasional Indonesia yang berstatus sebagai bangunan cagar budaya.

Pembaruan fasilitas dirancang agar tidak merusak karakter sejarah yang melekat pada bangunan tersebut.

Dengan demikian, peningkatan fungsi galeri diharapkan tetap berjalan seiring dengan pelestarian nilai sejarah dan budaya.

Proyek revitalisasi Galeri Nasional Indonesia dikerjakan oleh badan usaha milik negara (BUMN), PT Nindya Karya.

Berdasarkan rencana pemerintah, tahap perbaikan bangunan dan infrastruktur ditargetkan selesai pada akhir 2026.

Setelah tahap tersebut selesai, pekerjaan akan dilanjutkan dengan pembenahan dan penataan ruang pamer yang dijadwalkan berlangsung pada awal 2027.

Pelaksanaan revitalisasi dilakukan secara bertahap, dimulai dari perbaikan fasilitas fisik sebelum memasuki tahap pengembangan penyajian koleksi seni rupa.

Kawasan Seluas 16.000 Meter Persegi Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Budaya

Kawasan Galeri Nasional Indonesia memiliki luas sekitar 16.000 meter persegi yang menjadi bagian dari area pengembangan melalui proyek revitalisasi.

Melalui pemanfaatan kawasan tersebut, pemerintah berharap Galeri Nasional dapat berkembang menjadi pusat kegiatan budaya yang lebih aktif.

Fadli menilai revitalisasi dapat memperkuat posisi Galeri Nasional Indonesia sebagai salah satu destinasi wisata budaya bagi masyarakat.

Selain menjadi tempat penyelenggaraan pameran, Galeri Nasional juga diharapkan berfungsi sebagai ruang pembelajaran berkelanjutan mengenai sejarah dan perkembangan seni rupa Indonesia.

Fungsi tersebut diarahkan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat mengenal karya-karya seni rupa dari berbagai periode.

Menurut Fadli, keberadaan koleksi seni rupa dari masa lalu hingga masa kini dapat memperlihatkan keberagaman ekspresi seni dan kekayaan budaya Indonesia.

Galeri Nasional Indonesia juga diharapkan dapat menjadi ruang bagi masyarakat internasional untuk mengenal dan menikmati karya-karya seni rupa nasional.

"Karena ini juga akan menjadi satu etalase budaya kita, etalase peradaban kita, dan masyarakat Indonesia bisa menikmatinya. Lalu masyarakat internasional bisa melihat bahwa karya-karya seni rupa Indonesia dari dulu sampai sekarang ini luar biasa, mereka menggambarkan keberagaman kekayaan budaya yang luar biasa," ujar Fadli.

Pemerintah Perkuat Fungsi Galeri sebagai Rumah Seni Rupa Indonesia

Revitalisasi Galeri Nasional Indonesia diarahkan untuk memperkuat fungsi lembaga tersebut sebagai tempat pameran, pelestarian, pengkajian, dan pengembangan seni rupa.

Penataan koleksi yang telah dimiliki serta rencana pemajangan permanen karya seni dari Istana Negara menjadi bagian dari upaya menghadirkan narasi perjalanan seni rupa Indonesia secara lebih lengkap.

Pemerintah juga berupaya mempertemukan karya-karya bersejarah dengan perkembangan seni rupa modern dan kontemporer melalui pengembangan fasilitas pameran.

Selain memperluas akses masyarakat terhadap karya seni, revitalisasi diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengalaman pengunjung tanpa menghilangkan karakter historis bangunan.

Penyelesaian perbaikan fisik pada akhir 2026 dan penataan ruang pamer pada awal 2027 menjadi tahapan utama yang telah direncanakan dalam proyek tersebut.

Melalui revitalisasi ini, Kementerian Kebudayaan berharap Galeri Nasional Indonesia dapat menjadi rumah seni rupa nasional, destinasi wisata budaya, ruang pembelajaran, serta etalase perjalanan seni dan peradaban Indonesia bagi masyarakat dalam negeri maupun internasional.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026