
Pantau - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Timur memastikan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA, SMK, SLB, dan sederajat berjalan lancar tanpa kendala teknis, terutama gangguan jaringan listrik dan koneksi internet.
Permintaan tersebut disampaikan Khofifah setelah meninjau langsung pelaksanaan hari pertama TKA di SMK Negeri 8 Kota Malang, Jawa Timur, Senin (26/10/2026).
"Saya tadi menyampaikan kepada Pak Kepala Dinas Pendidikan, pertama soal jaringan listrik itu harus aman dan kedua konektivitas (koneksi internet) pun supaya tetap dipastikan aman," kata Khofifah.
Menurut Khofifah, gangguan teknis sekecil apa pun berpotensi mengganggu konsentrasi peserta saat mengerjakan soal ujian sehingga kesiapan infrastruktur harus menjadi perhatian utama.
Ia menegaskan bahwa kelancaran pelaksanaan TKA menjadi bagian penting dalam memastikan proses pengukuran capaian akademik siswa berlangsung secara optimal.
Khofifah Tekankan Kesiapan Listrik dan Internet Selama TKA
Khofifah menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melakukan berbagai persiapan sebelum pelaksanaan TKA dimulai, termasuk melalui serangkaian uji coba sistem.
Berdasarkan hasil uji coba tersebut, tidak ditemukan kendala teknis yang dapat menghambat penyelenggaraan tes.
Meski demikian, Khofifah tetap meminta seluruh pihak terkait meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gangguan selama pelaksanaan ujian berlangsung.
Gangguan koneksi internet maupun pemadaman listrik dinilai dapat memengaruhi fokus siswa dalam menjawab soal sehingga harus diantisipasi sejak awal.
Selain memastikan kesiapan fasilitas, Khofifah juga mengingatkan para peserta agar mengikuti TKA dengan sungguh-sungguh dan mengandalkan kemampuan masing-masing.
Ia meminta siswa tidak menganggap remeh mata pelajaran tertentu yang diujikan karena hasil tes akan menggambarkan capaian akademik selama mengikuti proses pendidikan.
"Ini menjadi bagian penting untuk melihat standar dari capaian akademik anak-anak," ujar Khofifah.
Sebanyak 438.126 Pelajar Jawa Timur Ikuti TKA
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan pelaksanaan TKA yang dimulai pada Senin (26/10/2026) diikuti sebanyak 438.126 pelajar dari berbagai wilayah di Jawa Timur.
Menurut Aries, tingginya jumlah peserta menunjukkan adanya antusiasme dan kepedulian pelajar terhadap pengukuran kemampuan akademik mereka.
Ia menyebut para siswa memiliki keinginan untuk mengetahui tingkat kemampuan literasi, numerasi, serta pencapaian hasil pembelajaran selama menjalani pendidikan di sekolah.
"Ada kepedulian anak-anak yang memiliki keinginan mengetahui bagaimana tingkat literasi dan numerasi, serta prestasi dalam proses belajar selama ini," ucap Aries.
Aries berharap seluruh peserta dapat mengikuti ujian dengan serius dan memanfaatkan waktu pengerjaan soal secara maksimal.
Ia juga mengingatkan siswa agar tidak terburu-buru dalam menjawab pertanyaan sehingga hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kemampuan akademik masing-masing.
Nilai TKA Jadi Salah Satu Pertimbangan Masuk Perguruan Tinggi Negeri
Aries menjelaskan bahwa hasil Tes Kemampuan Akademik memiliki peran dalam proses seleksi masuk perguruan tinggi negeri, khususnya melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Nilai TKA akan dipertimbangkan bersama nilai rapor siswa selama tiga tahun masa pendidikan di sekolah.
Meski demikian, Aries menegaskan bahwa TKA bukan merupakan persyaratan kelulusan siswa dari satuan pendidikan.
"Nilai TKA akan diakumulasikan dengan nilai rapor pelajar selama tiga tahun di sekolah, cuma buka sebagai syarat kelulusan, tetapi untuk masuk di perguruan tinggi negeri, salah satunya melalui jalur SNBP," tuturnya.
Dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 438 ribu pelajar, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menaruh perhatian pada kesiapan infrastruktur dan kelancaran pelaksanaan TKA di seluruh satuan pendidikan.
Disdik Jawa Timur diharapkan memastikan jaringan listrik, koneksi internet, serta fasilitas pendukung lainnya tetap berfungsi dengan baik agar peserta dapat mengerjakan ujian secara nyaman dan fokus.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




