
Pantau - Gerakan Pemuda (GP) Ansor mengajak generasi muda Indonesia menjadikan peringatan Hari Sumpah Pemuda sebagai momentum untuk meningkatkan kemampuan menguasai dan mengendalikan teknologi demi memperkuat kedaulatan digital bangsa.
Ajakan tersebut disampaikan Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharudin saat menjadi pembicara dalam kegiatan National Cybersecurity Connect di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Addin menegaskan bahwa semangat Sumpah Pemuda pada era digital harus diwujudkan melalui peningkatan kemampuan generasi muda dalam memahami, mengembangkan, dan mengendalikan teknologi yang terus mengalami kemajuan.
“Sumpah Pemuda hari ini punya pesan penting yakni kuasai teknologi dan kendalikan teknologi. Itu kata kuncinya,” kata Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharudin saat menjadi pembicara dalam National Cybersecurity Connect di Jakarta, Rabu.
Menurutnya, tantangan generasi muda pada era digital tidak cukup dijawab dengan mengenang sejarah perjuangan pemuda pada masa lalu, tetapi harus disertai langkah nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Transformasi sumber daya manusia dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan agar generasi muda Indonesia mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus menghadapi berbagai tantangan akibat perubahan zaman.
GP Ansor Dorong Generasi Muda Jadi Pencipta Teknologi
Addin menilai penguasaan teknologi menjadi salah satu faktor penting yang akan menentukan arah perkembangan peradaban manusia pada masa mendatang.
Karena itu, generasi muda Indonesia didorong untuk tidak hanya menjadi pengguna atau konsumen teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi dan mengembangkan berbagai solusi berbasis teknologi.
Menurutnya, kemampuan menciptakan inovasi harus diimbangi dengan keterampilan membangun sistem perlindungan yang mampu menghadapi ancaman keamanan siber.
“Ke depan, siapa yang menguasai teknologi, dia yang menguasai peradaban,” ujarnya.
Addin menjelaskan bahwa perkembangan teknologi yang semakin pesat membuka berbagai peluang dalam kehidupan masyarakat, tetapi pada saat yang sama juga menghadirkan risiko penyalahgunaan.
Salah satu risiko yang menjadi perhatian adalah meningkatnya potensi kejahatan siber yang dapat dilakukan tanpa dibatasi wilayah geografis dan sulit diketahui secara langsung oleh masyarakat.
Karakter ancaman siber yang mampu melintasi batas wilayah menunjukkan bahwa perlindungan terhadap ruang digital membutuhkan kesiapan yang lebih menyeluruh.
Upaya menjaga keamanan digital tidak cukup hanya melalui pengembangan perangkat teknologi, tetapi juga harus melibatkan penguatan sistem keamanan, penyusunan regulasi, dan peningkatan kemampuan sumber daya manusia.
Etika Digital Dinilai Penting untuk Mencegah Penyalahgunaan Teknologi
Selain penguatan sistem keamanan dan regulasi, Addin menekankan pentingnya pembentukan etika digital yang didasarkan pada kesadaran serta tanggung jawab setiap individu.
Menurutnya, regulasi yang mengatur aktivitas di ruang digital tidak akan cukup mengatasi berbagai persoalan apabila tidak disertai kesadaran moral dari para pengguna teknologi.
Setiap pengguna perlu memahami bahwa aktivitas di ruang digital memiliki konsekuensi sehingga pemanfaatan teknologi harus dilakukan secara bertanggung jawab.
Addin mengingatkan agar kemajuan teknologi tidak disalahgunakan untuk melakukan tindakan yang merugikan orang lain maupun menciptakan perpecahan di tengah masyarakat.
Karena itu, penguatan etika digital dinilai menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem teknologi yang aman, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa pengembangan dan pemanfaatan teknologi di Indonesia harus tetap berlandaskan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurutnya, nilai ketuhanan, kemanusiaan, dan persatuan perlu menjadi pedoman agar kemajuan teknologi tidak menghilangkan nilai moral dan sosial masyarakat Indonesia.
“Teknologi harus dibarengi dengan menjaga nilai ketuhanan, menjaga kemanusiaan, dan menjadikan teknologi sebagai alat untuk mempersatukan, bukan memecah belah,” katanya.
Addin menilai teknologi seharusnya dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat hubungan antarmasyarakat, membangun kerja sama, serta mendukung persatuan bangsa di tengah perkembangan komunikasi digital.
GP Ansor Miliki Badan Siber untuk Perkuat Keamanan Digital
Dalam upaya menjaga kedaulatan digital, Addin mengungkapkan bahwa GP Ansor telah memiliki badan siber sebagai bagian dari langkah organisasi meningkatkan keterlibatan dalam bidang teknologi dan keamanan digital.
Selain membentuk badan siber, GP Ansor juga mengembangkan sejumlah produk yang berkaitan dengan teknologi sebagai bentuk kontribusi organisasi dalam menghadapi perkembangan era digital.
Pengembangan badan siber dan berbagai produk teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan organisasi dalam menghadapi tantangan keamanan digital.
Sebagai organisasi otonom Nahdlatul Ulama (NU), GP Ansor juga berupaya meningkatkan kapasitas dan kompetensi para kader agar mampu mengikuti perkembangan teknologi yang semakin kompleks.
Peningkatan kapasitas tersebut diarahkan agar kader GP Ansor tidak hanya memahami penggunaan teknologi, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pengembangan inovasi dan penguatan keamanan ruang digital.
Melalui penguatan sumber daya manusia, pengembangan teknologi, serta peningkatan kesadaran etika digital, GP Ansor berupaya mengambil peran dalam menciptakan ekosistem digital yang aman dan produktif.
Sumpah Pemuda Jadi Momentum Memperkuat Kedaulatan Digital Bangsa
Addin menempatkan peringatan Hari Sumpah Pemuda sebagai momentum penting untuk mendorong generasi muda Indonesia lebih siap menghadapi tantangan perkembangan teknologi.
Menurutnya, semangat persatuan yang diwariskan melalui Sumpah Pemuda perlu diterapkan dalam menghadapi perubahan zaman, termasuk melalui peningkatan kemampuan di bidang teknologi.
Generasi muda diharapkan mampu mengembangkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus memiliki kesadaran untuk menjaga keamanan dan kedaulatan ruang digital Indonesia.
Penguasaan teknologi juga perlu disertai kemampuan mengendalikan penggunaannya agar kemajuan digital tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kehidupan sosial masyarakat.
GP Ansor menekankan bahwa kemampuan teknologi, keamanan siber, dan penguatan nilai kebangsaan harus berjalan beriringan dalam menghadapi tantangan era digital.
Melalui momentum Sumpah Pemuda, organisasi tersebut mendorong generasi muda menjadi pelaku utama dalam pengembangan teknologi sekaligus menjaga nilai kemanusiaan, persatuan, dan kedaulatan bangsa.
- Penulis :
- Leon Weldrick




