HOME  ⁄  Nasional

Laba Bersih MPMX Melonjak 23 Persen Jadi Rp539 Miliar hingga September 2026, Bisnis Otomotif Dorong Profitabilitas

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Laba Bersih MPMX Melonjak 23 Persen Jadi Rp539 Miliar hingga September 2026, Bisnis Otomotif Dorong Profitabilitas
Foto: (Sumber :Salah satu lini bisnis MPMX. (ANTARA/HO-MPMX).)

Pantau - PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp539 miliar sepanjang Januari hingga September 2026, meningkat 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, didorong perbaikan margin keuntungan pada sejumlah lini bisnis.

Perusahaan konsumer otomotif tersebut mencatat pendapatan bersih sebesar Rp11,98 triliun atau turun tipis 0,2 persen secara tahunan dibandingkan sembilan bulan pertama 2025.

Meski pendapatan relatif stabil, MPMX berhasil meningkatkan laba kotor dan laba usaha melalui perbaikan profitabilitas pada bisnis distribusi, ritel, dan transportasi.

Laba Bersih MPMX Tumbuh 23 Persen meski Pendapatan Turun Tipis

Grup Direktur Keuangan MPMX Beatrice Kartika mengatakan kinerja perusahaan selama sembilan bulan pertama 2026 menunjukkan peningkatan kemampuan menghasilkan keuntungan.

"Kinerja sembilan bulan pertama 2026 menunjukkan bahwa perseroan mampu menjaga pendapatan tetap stabil sekaligus meningkatkan profitabilitas," kata Beatrice dalam keterangan tertulis, Jumat (30/10/2026).

MPMX mencatat laba kotor sebesar Rp1,095 triliun atau tumbuh 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, laba usaha meningkat 19 persen secara tahunan menjadi Rp585 miliar.

Peningkatan laba tersebut turut tercermin dari kenaikan margin keuntungan perusahaan pada berbagai tingkat operasional.

Margin laba kotor MPMX meningkat menjadi 9,1 persen dari sebelumnya 8,5 persen.

Margin laba usaha juga naik dari 4,1 persen menjadi 4,9 persen.

Adapun margin laba bersih meningkat menjadi 4,5 persen dibandingkan 3,7 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Bisnis Distribusi dan Ritel Otomotif Catat Perbaikan Margin

Beatrice menjelaskan peningkatan profitabilitas MPMX didukung kinerja bisnis distribusi dan ritel serta transportasi.

"Perbaikan margin pada bisnis distribusi dan ritel serta transportasi, disertai berkurangnya rugi bersih pada bisnis pembiayaan, menjadi perkembangan positif bagi kinerja grup," tambah dia.

Pada segmen distribusi dan ritel, perusahaan mencatat kinerja yang relatif stabil sepanjang Januari hingga September 2026.

Pertumbuhan bisnis ritel dan layanan purna jual membantu mengimbangi perlambatan penjualan sepeda motor pada bisnis distribusi.

Secara keseluruhan, pendapatan bersih segmen distribusi dan ritel meningkat 0,2 persen secara tahunan menjadi Rp11,31 triliun.

Laba kotor segmen tersebut tumbuh 9 persen menjadi Rp987 miliar.

Margin laba kotor distribusi dan ritel juga meningkat dari 8 persen menjadi 8,7 persen.

Penjualan Motor MPMulia Turun, Pendapatan Suku Cadang Naik

Pada lini distribusi, MPMulia mencatat pendapatan penjualan sepeda motor sebesar Rp9,41 triliun selama sembilan bulan pertama 2026.

Nilai tersebut turun 1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, pendapatan dari penjualan suku cadang meningkat 7 persen secara tahunan menjadi Rp1,14 triliun.

Pertumbuhan bisnis suku cadang menjadi salah satu faktor yang membantu menjaga kinerja segmen distribusi di tengah perlambatan penjualan sepeda motor.

Sementara itu, lini ritel MPMMotor menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang lebih tinggi.

MPMMotor Catat Pertumbuhan Penjualan dan Layanan Purna Jual

Bisnis ritel MPMMotor membukukan pendapatan penjualan sepeda motor sebesar Rp2,58 triliun hingga September 2026.

Pendapatan tersebut meningkat 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain penjualan kendaraan, layanan purna jual MPMMotor mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 9 persen menjadi Rp79 miliar.

Kinerja tersebut membantu menopang pendapatan segmen distribusi dan ritel secara keseluruhan.

Di luar bisnis otomotif, MPMX juga mencatat perbaikan profitabilitas pada segmen transportasi.

Sementara itu, bisnis pembiayaan menunjukkan perkembangan melalui penurunan rugi bersih dibandingkan periode sebelumnya.

MPMX Fokus Pengendalian Biaya dan Optimalisasi Bisnis

Menanggapi capaian tersebut, Beatrice mengatakan perusahaan akan terus menjaga disiplin dalam pengelolaan biaya dan kualitas aset.

MPMX juga akan mengoptimalkan komposisi lini usaha untuk mempertahankan kinerja keuangan secara berkelanjutan.

"Ke depan, kami akan tetap berfokus pada pengelolaan biaya yang disiplin, kualitas aset, dan optimalisasi bauran bisnis untuk menjaga kinerja Perseroan secara berkelanjutan," ungkap Beatrice.

Perusahaan menilai perbaikan margin pada sejumlah segmen usaha menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan laba di tengah pendapatan yang relatif stabil.

Hingga akhir September 2026, MPMX mencatat laba bersih Rp539 miliar dengan margin laba bersih 4,5 persen, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026