
Pantau - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono mengingatkan mahasiswa agar meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kecakapan bermedia sosial untuk mencegah pengaruh paham ekstremisme yang dapat menyebar melalui ruang digital.
Peringatan tersebut disampaikan Eddy saat memberikan kuliah umum di Universitas Lampung (Unila), Bandar Lampung, Selasa (27/10/2026).
Menurutnya, media sosial memberikan banyak manfaat bagi generasi muda, tetapi juga berpotensi dimanfaatkan kelompok tertentu untuk menyebarkan paham ekstremisme dan memengaruhi pengguna secara bertahap.
BNPT Minta Mahasiswa Waspadai Penyebaran Ekstremisme di Media Sosial
Eddy mengatakan mahasiswa perlu memiliki karakter kebangsaan yang kuat agar tidak mudah terpengaruh informasi maupun ajakan yang bertentangan dengan nilai persatuan.
"Mahasiswa perlu memiliki karakter kebangsaan, kemampuan berpikir kritis, serta kecakapan bermedia sosial agar tidak mudah terpengaruh narasi yang bertentangan dengan nilai persatuan," ucap Eddy, sebagaimana dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Ia menjelaskan ruang digital dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk belajar, membangun jaringan, dan menyampaikan gagasan secara terbuka.
Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan risiko penyebaran informasi yang mengandung ajakan ekstremisme.
Karena itu, BNPT mengajak mahasiswa menjadi agen perubahan yang mampu menjaga persatuan dan menyebarkan nilai kebangsaan di lingkungan kampus maupun media sosial.
Mahasiswa juga didorong membangun budaya dialog serta menghormati keberagaman dalam kehidupan sehari-hari.
Mahasiswa Diminta Periksa Informasi Sebelum Membagikannya
BNPT menekankan bahwa kecakapan digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan perangkat teknologi.
Mahasiswa juga perlu membiasakan diri memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya kepada orang lain.
Selain melakukan verifikasi, mahasiswa diminta memahami konteks pesan dan mengenali bentuk ajakan yang bersifat manipulatif.
Eddy menilai sikap kritis dapat membantu generasi muda menghindari pengaruh narasi ekstremisme yang disampaikan melalui berbagai konten digital.
Ia juga mengingatkan bahwa perbedaan pandangan tidak boleh dijadikan alasan untuk merendahkan pihak lain atau membenarkan tindakan kekerasan.
Menurutnya, etika kebangsaan menjadi dasar penting untuk membangun lingkungan digital yang sehat dan menghargai perbedaan.
Mahasiswa yang menemukan aktivitas mencurigakan atau membutuhkan pendampingan dapat memanfaatkan layanan konseling kampus maupun berkonsultasi dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT).
Unila Dorong Penguatan Karakter dan Wawasan Kebangsaan
Rektor Universitas Lampung Profesor Lusmeilia Afriani mengatakan pembentukan karakter dan penguatan wawasan kebangsaan merupakan bagian penting dari pendidikan tinggi.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya bertugas mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk mahasiswa yang memiliki kepedulian terhadap persatuan bangsa.
“Kami berharap kuliah umum ini semakin memperkuat karakter dan wawasan kebangsaan mahasiswa. Unila juga memiliki layanan konseling yang dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk mendapatkan pendampingan,” ujar Prof. Lusmeilia.
Ia menegaskan mahasiswa dapat menggunakan fasilitas konseling yang tersedia apabila membutuhkan bantuan atau pendampingan.
Kegiatan kuliah umum tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai pencegahan ekstremisme di lingkungan pendidikan.
BNPT Ungkap Pola Perekrutan Kelompok Ekstrem
Dalam kegiatan yang sama, pendiri NII Crisis Center Ken Setiawan menjelaskan pola perekrutan yang dapat digunakan kelompok ekstrem untuk memengaruhi seseorang.
Ia menerangkan bahwa pendekatan kelompok tersebut dapat dilakukan secara bertahap sehingga tidak selalu mudah dikenali sejak awal.
Pemahaman mengenai pola perekrutan diharapkan membantu mahasiswa mengenali tanda-tanda pengaruh yang tidak sehat.
Dengan pengetahuan tersebut, mahasiswa diharapkan dapat mengambil langkah yang tepat ketika menghadapi situasi yang mencurigakan.
Sementara itu, perwakilan mahasiswa Muhammad Faqih Al Fataya menyampaikan komitmen untuk menjaga keberagaman di lingkungan universitas.
“Kami berkomitmen untuk menjaga keberagaman di lingkungan kampus dan memahami etika bermedia sosial,” kata Faqih.
Lebih dari 1.000 Mahasiswa Ikuti Kuliah Umum BNPT
Kuliah umum bertema Pendidikan Karakter dalam Etika Kebangsaan sebagai Upaya Pencegahan Paham Ekstremisme tersebut diselenggarakan melalui kerja sama BNPT dan Universitas Lampung.
Kegiatan itu diikuti lebih dari 1.000 mahasiswa yang mendapatkan pembekalan mengenai karakter kebangsaan, kecakapan digital, dan pencegahan ekstremisme.
BNPT berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan mahasiswa dalam menghadapi penyebaran paham ekstremisme.
Kampus juga diharapkan menjadi lingkungan yang mendukung dialog terbuka, pemikiran kritis, dan akses terhadap layanan pendampingan.
Melalui penguatan karakter kebangsaan dan literasi digital, mahasiswa didorong memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan pengetahuan, memperkuat toleransi, dan membangun perdamaian menuju Indonesia Emas 2045.
- Penulis :
- Aditya Yohan




