HOME  ⁄  Nasional

BGN Gandeng Kemendikdasmen Adopsi SIPLah untuk Loka MBG, Siapkan Peluncuran pada Desember 2026

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

BGN Gandeng Kemendikdasmen Adopsi SIPLah untuk Loka MBG, Siapkan Peluncuran pada Desember 2026
Foto: Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (Dirjen PAUD, Dikdas, PNFI) Kemendikdasmen Gogot Suharwoto dan Sekretaris Utama Badan Gizi Nasional (BGN) Lili Khamiliyah melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta Pusat pada Jumat 30/10/2026 (sumber: ANTARA/Hana Dewi Kinarina Kaban)

Pantau - Badan Gizi Nasional (BGN) menggandeng Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk memperkuat tata kelola pengadaan bahan pangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pengadopsian Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah) sebagai acuan pengembangan aplikasi Loka MBG.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan aplikasi Loka MBG direncanakan meluncur pada Desember 2026 sebagai platform pengadaan bahan pangan yang lebih terstruktur, dengan sistem pemasok terverifikasi untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan.

Kerja sama tersebut ditandai dengan Penandatanganan Kerja Sama (PKS) tentang Dukungan Pengembangan Tata Kelola Belanja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Sudaryono menjelaskan bahwa pemanfaatan SIPLah dipilih karena sistem tersebut telah diterapkan dan dinilai berjalan dengan baik di lingkungan Kemendikdasmen.

“Pemilihan SIPLah didasarkan pada tujuan kami melihat benchmarking cara yang sudah terbukti, daripada ibaratnya kami mengarang-ngarang sesuatu yang belum pernah ada, jadi kami mengadopsi, meniru sesuatu yang memang sudah berjalan sudah baik di Kemendikdasmen, tinggal kami modifikasi sedikit,” kata Sudaryono.

Menurutnya, BGN memilih mengadaptasi sistem yang telah teruji dibandingkan membangun mekanisme pengadaan baru yang belum memiliki pengalaman penerapan sebelumnya.

Loka MBG Bakal Gunakan Sistem Pemasok Terverifikasi

BGN saat ini tengah mempersiapkan pengembangan aplikasi Loka MBG yang dirancang untuk mendukung proses pengadaan bahan pangan Program MBG secara lebih terstruktur.

Salah satu fitur utama yang disiapkan adalah sistem pemasok terverifikasi guna memastikan bahan pangan yang digunakan memenuhi standar kualitas dan keamanan yang telah ditetapkan.

Sudaryono menilai penguatan sistem pengadaan menjadi kebutuhan mendesak mengingat pelaksanaan Program MBG memerlukan pasokan bahan pangan dalam jumlah besar setiap hari.

Kebutuhan tersebut menuntut mekanisme pengadaan yang mampu menjamin kelancaran distribusi sekaligus mempertahankan mutu bahan pangan sebelum diolah dan disajikan kepada penerima manfaat.

Selain menjaga kualitas dan keamanan pangan, sistem Loka MBG juga diharapkan mampu mendukung keseimbangan harga dalam proses pembelian bahan pangan.

Sudaryono menekankan bahwa mekanisme pengadaan harus memperhatikan kepentingan seluruh pihak agar harga pembelian tidak merugikan produsen maupun konsumen.

Dengan mengadopsi SIPLah, BGN berupaya membangun tata kelola pengadaan yang lebih terarah untuk memenuhi kebutuhan operasional SPPG dalam menjalankan Program MBG.

Mendikdasmen Abdul Mu'ti Dukung Pengembangan Loka MBG

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyambut positif kerja sama antara Kemendikdasmen dan BGN dalam memperkuat sistem pengadaan bahan pangan Program MBG.

Ia berharap pengadopsian SIPLah dapat meningkatkan kualitas pelayanan program sehingga pelaksanaannya semakin baik, tepat sasaran, dan memberikan manfaat bagi peserta didik di seluruh Indonesia.

“Alhamdulillah, ini satu kerja sama yang sangat bagus dan mudah-mudahan dengan kerja sama ini pelayanan MBG semakin baik, tepat sasaran, dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh murid di Indonesia,” kata Abdul Mu'ti.

Menurutnya, penguatan tata kelola Program MBG merupakan bagian dari dukungan terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan mewujudkan generasi Indonesia yang sehat dan memiliki semangat belajar.

Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa Program MBG tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik, tetapi juga memiliki hubungan dengan motivasi belajar, semangat mengikuti pembelajaran, dan kebugaran anak.

Ia menyebut sejumlah penelitian telah menunjukkan adanya hubungan positif antara pelaksanaan Program MBG dan kondisi peserta didik dalam menjalani aktivitas pendidikan.

“Sudah ada banyak penelitian kami yang menunjukkan korelasi positif antara MBG dengan motivasi, semangat belajar, dan juga kebugaran anak-anak kita,” kata Mendikdasmen.

Kerja Sama BGN dan Kemendikdasmen Diharapkan Tingkatkan Kualitas MBG

Kemendikdasmen berharap kerja sama pengembangan Loka MBG dapat mendukung pelaksanaan Program MBG secara optimal, terutama dalam memastikan ketersediaan bahan pangan yang berkualitas dan aman dikonsumsi.

Penguatan sistem pengadaan juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan pelayanan kepada peserta didik agar manfaat program dapat dirasakan secara lebih luas.

Selain memenuhi kebutuhan gizi, Program MBG diharapkan membantu menciptakan kondisi yang lebih baik bagi anak-anak dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah.

Sementara itu, penggunaan sistem pemasok terverifikasi dalam Loka MBG diharapkan dapat mendukung proses pengadaan bahan pangan yang lebih tertata, sekaligus menjaga keseimbangan harga di tingkat produsen dan konsumen.

Melalui kerja sama tersebut, BGN dan Kemendikdasmen berupaya memastikan pengembangan aplikasi Loka MBG yang dijadwalkan meluncur pada Desember 2026 mampu memperkuat tata kelola pengadaan pangan serta mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis di Indonesia.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026