
Pantau - Ratusan pemuda Kalimantan Timur yang tergabung dalam komunitas Borneo Kind bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menggelar aksi penanaman 1.000 bibit pohon di kawasan bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, Kabupaten Kutai Kartanegara, Sabtu (31/10/2026).
Kegiatan penghijauan tersebut melibatkan sekitar 400 hingga 500 relawan dari berbagai kalangan masyarakat untuk memulihkan ekosistem hutan yang terdampak kebakaran.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan aksi penanaman pohon tersebut mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara dengan konsep Kota Hutan.
“Kegiatan penanaman pohon bersama pemuda ini sangat mendukung terwujudnya pilar Kota Hutan IKN,” kata Basuki di Kutai Kartanegara.
Sebanyak 1.000 Bibit Pohon Ditanam di Lahan Dua Hektare
Penanaman pohon difokuskan pada kawasan bekas kebakaran di Tahura Bukit Soeharto yang termasuk wilayah Ibu Kota Nusantara.
Pada tahap awal, gerakan pemulihan lingkungan tersebut menargetkan penanaman 1.000 bibit pohon endemik di lahan seluas dua hektare.
Aksi tersebut diinisiasi komunitas pemuda lokal Borneo Kind sebagai bentuk kepedulian terhadap kerusakan lingkungan akibat kebakaran hutan.
Basuki menilai keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian kawasan hutan di Kalimantan Timur.
“Penanaman pohon harus dijadikan sebagai sebuah gaya hidup keberlanjutan bagi seluruh warga masyarakat,” ujar Basuki.
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi pemicu gerakan penghijauan yang dilakukan secara berkelanjutan di berbagai wilayah Kalimantan Timur.
Otorita IKN Dorong Keterlibatan Pemuda dalam Pelestarian Hutan
Basuki menegaskan keberhasilan pemulihan kawasan hutan memerlukan keterlibatan aktif masyarakat dan dukungan berbagai pihak.
“Keterlibatan aktif generasi muda sangat dibutuhkan dalam menjaga kelestarian kawasan hutan Nusantara,” katanya.
Otorita IKN berkomitmen terus membuka ruang kerja sama dengan komunitas pemuda daerah untuk mendukung pembangunan kawasan ibu kota yang hijau dan berkelanjutan.
Kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kepedulian masyarakat terhadap perlindungan lingkungan dan pemulihan kawasan hutan.
Pemulihan Hutan Ditargetkan Kembalikan Habitat Orang Utan
Inisiator Borneo Kind Wawan Irawan mengatakan Tahura Bukit Soeharto dipilih karena merupakan kawasan hutan lindung yang membutuhkan pemulihan setelah terdampak kebakaran.
“Lokasi Tahura dipilih karena merupakan kawasan hutan lindung yang harus dipulihkan dari bekas kebakaran,” tutur Wawan.
Menurutnya, kegiatan penanaman pohon tersebut juga bertujuan mendukung pemulihan habitat satwa endemik Kalimantan.
“Aksi pemulihan ekosistem ini disiapkan untuk mengembalikan habitat satwa endemik Kalimantan seperti orang utan,” ucap Wawan.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara swadaya melalui pengumpulan dana patungan masyarakat serta dukungan sarana dan prasarana dari sejumlah lembaga mitra.
Penanganan lahan turut melibatkan Otorita IKN, Dinas Kehutanan Kalimantan Timur, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Unit Pelaksana Teknis Daerah Tahura Bukit Soeharto.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat mendukung keberlanjutan pemulihan ekosistem hutan sekaligus memperkuat perlindungan habitat satwa di kawasan Ibu Kota Nusantara.
- Penulis :
- Aditya Yohan




