
Pantau - Pemerintah Indonesia menyatakan kesiapan mendukung modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) Filipina sekaligus memperluas kerja sama di bidang industri halal, perdagangan, investasi, dan energi untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara.
Komitmen tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha C. Nasir dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Filipina Ma. Theresa P. Lazaro di Manila, Filipina, Senin (2/11/2026).
Berdasarkan keterangan Kementerian Luar Negeri RI pada Selasa (3/11/2026), kedua negara juga membahas penguatan kerja sama konsuler dan pelindungan warga negara masing-masing.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat kemitraan Indonesia dan Filipina yang telah berlangsung selama lebih dari tujuh dekade.
Indonesia Tawarkan Dukungan Modernisasi Alutsista Filipina
Arrmanatha menyampaikan bahwa Indonesia siap berkontribusi dalam upaya modernisasi peralatan pertahanan Filipina.
Selain bidang pertahanan, Indonesia juga menawarkan pengalaman dan keahlian dalam pengembangan industri halal.
Kedua menteri turut membahas peluang peningkatan perdagangan dan investasi untuk memperluas hubungan ekonomi bilateral.
Kerja sama energi juga menjadi perhatian karena dinilai berkaitan dengan upaya memperkuat ketahanan rantai pasok kawasan.
Arrmanatha menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Filipina didasarkan pada kepentingan bersama dalam menjaga keamanan dan stabilitas regional.
“Indonesia dan Filipina memiliki komitmen yang kuat terhadap perdamaian dan stabilitas kawasan dan kami akan terus memperkuat kemitraan yang saling menguntungkan, serta bekerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan,” kata Arrmanatha.
Kedua Negara Bahas Kebakaran Hutan dan Kabut Asap
Selain kerja sama ekonomi dan pertahanan, Indonesia dan Filipina membahas persoalan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Pembahasan tersebut mencakup potensi penyebaran kabut asap lintas batas yang dapat berdampak terhadap negara-negara tetangga.
Arrmanatha menjelaskan berbagai langkah yang telah dilakukan Indonesia dalam mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan.
Upaya tersebut meliputi kegiatan pemadaman kebakaran serta penegakan hukum terhadap pelanggaran yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan.
Indonesia juga menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi antarpemerintah dalam menghadapi persoalan lingkungan yang berdampak lintas negara.
Kerja sama melalui mekanisme ASEAN dinilai menjadi salah satu jalur untuk memperkuat penanganan persoalan bersama di kawasan.
Indonesia dan Filipina Tegaskan Pentingnya Persatuan ASEAN
Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri luar negeri turut bertukar pandangan mengenai perkembangan politik dan keamanan kawasan.
Indonesia dan Filipina menegaskan pentingnya menjaga persatuan, sentralitas, dan inklusivitas ASEAN dalam menghadapi berbagai tantangan regional.
Pembahasan juga mencakup peran ASEAN dalam mendorong stabilitas dan perdamaian di Myanmar.
Kedua negara memiliki kepentingan bersama untuk mempertahankan kawasan Asia Tenggara yang aman dan stabil.
Melalui kerja sama bilateral dan mekanisme ASEAN, Indonesia dan Filipina berupaya memperkuat koordinasi dalam menghadapi persoalan keamanan serta perkembangan geopolitik kawasan.
Indonesia Dukung KTT ASEAN Ke-49 di Filipina
Pemerintah Indonesia turut menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Filipina sebagai Ketua ASEAN 2026.
Arrmanatha menegaskan dukungan Indonesia terhadap keberhasilan penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-49.
Pertemuan tingkat tinggi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 16–18 November 2026.
Dukungan Indonesia terhadap agenda tersebut menjadi bagian dari komitmen memperkuat kerja sama antarnegara anggota ASEAN.
Pertemuan kedua menteri luar negeri itu sekaligus menegaskan kelanjutan hubungan bilateral Indonesia dan Filipina dalam bidang pertahanan, ekonomi, lingkungan, serta keamanan kawasan.
- Penulis :
- Aditya Yohan




