
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan perhatian khusus kepada Kabupaten Brebes untuk mempercepat pengentasan kemiskinan karena daerah tersebut memiliki tingkat kemiskinan tertinggi di Jawa Tengah.
Muhaimin menegaskan bahwa Brebes harus segera keluar dari posisi tersebut melalui langkah nyata dan kerja sama antara pemerintah daerah, badan usaha milik negara (BUMN), serta berbagai unsur masyarakat.
"Insya Allah saya akan perhatikan Brebes secara khusus supaya daerah ini tidak lagi menjadi juara kemiskinan di Jawa Tengah. Saya minta gubernur, bupati, dan BUMN cepat bergerak. Brebes harus segera mengakhiri juaranya," kata Muhaimin Iskandar dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Pernyataan tersebut disampaikan Muhaimin saat menghadiri kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Kawasan Sosial Ekonomi Khusus Pesantren: Model Pengembangan Usaha Kopi Berbasis Pesantren di Pondok Pesantren Al Hikmah 2 Benda, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Muhaimin Dorong Kolaborasi untuk Mengentaskan Kemiskinan di Brebes
Muhaimin menilai persoalan kemiskinan di Kabupaten Brebes harus ditangani secara serius, terencana, dan melibatkan berbagai pihak agar program pengentasan kemiskinan berjalan lebih efektif.
Menurutnya, penanganan kemiskinan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah atau satu lembaga tertentu, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat.
Ia mendorong optimalisasi potensi lokal, termasuk pondok pesantren, organisasi kemasyarakatan, dan sumber daya daerah untuk menciptakan kegiatan ekonomi produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pondok pesantren dinilai memiliki peran strategis karena tidak hanya menjadi lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai pusat pemberdayaan ekonomi dan peningkatan keterampilan masyarakat.
Sebagai langkah awal, Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) akan memberikan bantuan khusus kepada Pondok Pesantren Al Hikmah 2 untuk mendukung program pengentasan kemiskinan di lingkungan sekitarnya.
Muhaimin berharap pesantren tersebut dapat menjadi pusat penggerak pemberdayaan masyarakat sekaligus membuka akses warga terhadap berbagai peluang usaha dan kegiatan ekonomi produktif.
"Saya nyatakan mulai dari Pesantren Al Hikmah 2 ini, insya Allah Brebes segera mengatasi masalahnya dengan secepat-cepatnya. Saya akan berikan bantuan khusus untuk Al Hikmah guna mengatasi kemiskinan di sekitarnya," ujar Muhaimin Iskandar.
Pemkab Brebes Apresiasi Pengembangan Ekonomi Berbasis Pesantren
Sementara itu, Wakil Bupati Brebes Wurja menyampaikan apresiasi kepada Kemenko PM atas pemilihan Kabupaten Brebes sebagai lokasi kegiatan pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren.
Wurja menilai kegiatan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan potensi ekonomi masyarakat, khususnya melalui penguatan peran lembaga pendidikan keagamaan.
Menurutnya, pesantren mempunyai kekuatan besar dalam membangun masa depan masyarakat melalui pendidikan, pembentukan karakter, serta pengembangan kemandirian ekonomi.
Ia menilai perpaduan pendidikan pesantren dengan pengembangan usaha produktif dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang lebih luas bagi masyarakat.
Manfaat tersebut diharapkan tidak hanya dirasakan para santri, tetapi juga keluarga mereka serta warga yang tinggal di sekitar lingkungan pesantren.
Usaha Kopi Berbasis Pesantren Didorong Tingkatkan Ekonomi Warga
Salah satu program pemberdayaan yang dikembangkan melalui kegiatan tersebut adalah usaha kopi berbasis pesantren dengan melibatkan petani dan pelaku usaha lokal di Kabupaten Brebes.
Program tersebut diarahkan untuk mempertemukan potensi pesantren dengan kemampuan petani dan pelaku usaha dalam membangun kegiatan ekonomi produktif yang berkelanjutan.
Melalui kerja sama tersebut, para petani, pelaku usaha, dan pihak pesantren didorong meningkatkan kualitas pengolahan kopi sekaligus memperluas nilai tambah produk kopi asal Brebes.
Pelatihan usaha kopi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara lembaga pendidikan keagamaan dan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi ekonomi daerah.
"Pelatihan usaha kopi mendorong petani, pelaku usaha, dan pesantren membangun kerja sama untuk meningkatkan kualitas pengolahan serta memperluas nilai tambah produk kopi Brebes," kata Wurja.
Pengembangan usaha kopi berbasis pesantren diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi yang memanfaatkan sumber daya lokal sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat.
Melalui dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, pesantren, dan pelaku usaha, program tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat pengentasan kemiskinan di Kabupaten Brebes.
- Penulis :
- Shila Glorya




