HOME  ⁄  Nasional

Kemlu Tunggu Konfirmasi Istana soal Kehadiran Prabowo di KTT ke-49 ASEAN, Siapkan Agenda dan 154 Dokumen

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Kemlu Tunggu Konfirmasi Istana soal Kehadiran Prabowo di KTT ke-49 ASEAN, Siapkan Agenda dan 154 Dokumen
Foto: Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri Ina Krisnamurthi menyampaikan keterangan kepada media dalam Media Gathering di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu 4/11/2026 (sumber: ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)

Pantau - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia masih menunggu konfirmasi dari Istana terkait kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-49 ASEAN yang dijadwalkan berlangsung pada 15–17 November 2026 di Manila, Filipina.

Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kemlu, Ina Krisnamurthi, menyampaikan bahwa pihaknya terus mematangkan berbagai persiapan untuk mengantisipasi kemungkinan kehadiran Presiden Prabowo dalam pertemuan tingkat tinggi negara-negara Asia Tenggara tersebut.

Hal itu disampaikan Ina dalam temu media di Jakarta pada Rabu (4/11/2026).

Menurut Ina, meskipun belum memperoleh kepastian dari Istana, Kemlu tetap berupaya memastikan seluruh persiapan berjalan optimal apabila Presiden Prabowo memutuskan untuk menghadiri KTT tersebut.

"Untuk Presiden Republik Indonesia tentunya kami menunggu konfirmasi dari istana dan saat ini yang kami lakukan adalah tentunya dari Kemlu, dari Pejambon adalah mempersiapkan yang terbaik untuk apabila dikonfirmasi beliau hadir," ujar Ina.

KTT ke-49 ASEAN Bahas Ketahanan Kawasan dan Aspirasi Timor-Leste

KTT ke-49 ASEAN beserta sejumlah pertemuan terkait akan diselenggarakan di Filipina dengan mengusung tema Navigating Our Future Together atau Menavigasi Masa Depan Kita Bersama.

Tema tersebut mencerminkan pentingnya penguatan konektivitas dan kerja sama antarnegara anggota ASEAN dalam menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks.

Pertemuan ini sekaligus menjadi KTT ASEAN kedua yang diselenggarakan di bawah kepemimpinan Filipina sebagai Ketua ASEAN pada 2026.

Sejumlah perkembangan global dan regional diperkirakan menjadi perhatian para pemimpin ASEAN, khususnya terkait ketahanan energi, ketahanan pangan, stabilitas ekonomi, serta kelancaran rantai pasok kawasan.

Berbagai tantangan tersebut akan menjadi bagian penting dalam pembahasan penguatan kerja sama dan ketahanan negara-negara anggota ASEAN.

Selain persoalan ekonomi dan ketahanan kawasan, Ina mengungkapkan bahwa sejumlah isu strategis lainnya juga akan menjadi perhatian dalam rangkaian KTT ke-49 ASEAN.

Salah satu isu yang akan dibahas adalah aspirasi Timor-Leste untuk menjadi Ketua ASEAN pada 2029.

Meskipun telah resmi menjadi anggota penuh ASEAN, Timor-Leste masih menjalani proses integrasi secara menyeluruh ke dalam organisasi kawasan tersebut.

Ina menjelaskan bahwa proses integrasi itu mencakup penyesuaian norma dan regulasi nasional agar selaras dengan berbagai ketentuan yang berlaku di ASEAN.

Selain melakukan penyesuaian regulasi, Timor-Leste juga perlu memenuhi sejumlah komitmen yang telah ditetapkan dalam kerangka kerja sama organisasi kawasan tersebut.

ASEAN Siapkan Logo Baru dan 154 Dokumen Hasil Pembahasan

KTT ke-49 ASEAN juga dijadwalkan menjadi momentum peluncuran logo baru ASEAN yang mencerminkan bertambahnya jumlah negara anggota organisasi tersebut.

Perubahan logo dilakukan dengan menambahkan satu batang padi sebagai simbol keanggotaan resmi Timor-Leste dalam ASEAN.

Selain peluncuran logo baru, para pemimpin ASEAN dijadwalkan menandatangani, mengesahkan, atau mencatat sebanyak 154 dokumen hasil pembahasan atau outcome documents.

Ina menegaskan bahwa tidak seluruh dokumen tersebut dihasilkan secara langsung melalui proses pembahasan dalam KTT ke-49 ASEAN.

Sebagian dokumen merupakan hasil negosiasi dan pembahasan yang telah berlangsung sebelumnya pada berbagai tingkatan kerja sama ASEAN, termasuk melalui kelompok kerja atau working group.

"Tidak semua 154 dokumen ini dihasilkan oleh KTT tetapi ini adalah dokumen-dokumen yang harus dicatat, disahkan, ditandatangani oleh para pemimpin. Jadi proses dari negosiasi dokumen hasil yang 154 terjadi di level bahkan pada level kelompok kerja," jelas Ina.

Dengan demikian, KTT ke-49 ASEAN akan menjadi forum bagi para pemimpin negara anggota untuk memberikan pengesahan, menandatangani, atau mencatat berbagai dokumen yang sebelumnya telah melalui proses pembahasan dan negosiasi.

Rangkaian agenda tersebut menjadi bagian dari upaya ASEAN memperkuat koordinasi dan kerja sama dalam menghadapi tantangan kawasan maupun perkembangan global.

Kehadiran Presiden Prabowo Masih Menunggu Kepastian Istana

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menghadiri sesi Retreat dalam rangka KTT ke-48 ASEAN yang diselenggarakan di Cebu, Filipina, pada Jumat, 8 Mei 2026.

Kehadiran tersebut merupakan bagian dari partisipasi Indonesia dalam forum tingkat tinggi ASEAN yang membahas berbagai kepentingan strategis kawasan.

Namun, untuk KTT ke-49 ASEAN yang akan berlangsung di Manila pada 15–17 November 2026, Kemlu belum menerima konfirmasi resmi mengenai kehadiran Presiden Prabowo.

Kemlu memastikan persiapan terus dilakukan sembari menunggu keputusan dari Istana terkait keikutsertaan Presiden dalam pertemuan tersebut.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026