HOME  ⁄  Olahraga

KOI Soroti Hilangnya Cabang Olahraga Unggulan Indonesia dari SEA Games 2027 Malaysia

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

KOI Soroti Hilangnya Cabang Olahraga Unggulan Indonesia dari SEA Games 2027 Malaysia
Foto: Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari dalam foto yang disampaikan melalui keterangan resmi KOI di Jakarta, Rabu 4/11/2026 (sumber: KOI/Naif Muhammad Al’as)

Pantau - Komite Olimpiade Indonesia (KOI) menyoroti keputusan tidak dipertandingkannya sejumlah cabang olahraga unggulan Indonesia, termasuk panjat tebing dan dayung, dalam SEA Games 2027 yang akan berlangsung di Malaysia.

Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari menilai penyusunan cabang olahraga dan nomor pertandingan SEA Games seharusnya mempertimbangkan kepentingan seluruh negara anggota Asia Tenggara, bukan hanya kebutuhan tuan rumah.

"Penyusunan cabang olahraga dan nomor pertandingan (SEA Games) idealnya mempertimbangkan kepentingan seluruh negara anggota, bukan hanya aspek penyelenggaraan tuan rumah," kata Raja Sapta Oktohari dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah KOI mencermati keputusan Federasi Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEAGF) mengenai daftar final cabang olahraga dan nomor pertandingan SEA Games ke-34 di Malaysia pada 2027.

Selain panjat tebing dan dayung, sejumlah cabang olahraga lain yang tidak masuk dalam program pertandingan adalah voli pantai, gulat, catur, jujitsu, kickboxing, bola tangan, dan triathlon.

Sementara itu, pada cabang bulu tangkis, nomor beregu putra dan beregu putri juga tidak tercantum dalam daftar pertandingan yang telah ditetapkan.

SEA Games 2027 Kurangi 100 Nomor Pertandingan

Berdasarkan dokumen yang telah disetujui dalam rapat SEAGF, SEA Games Malaysia 2027 akan mempertandingkan 473 nomor dari 43 cabang olahraga.

Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan SEA Games Thailand 2025 yang mempertandingkan sekitar 50 cabang olahraga dengan total 573 nomor pertandingan.

Dengan demikian, penyelenggaraan SEA Games 2027 akan memiliki sekitar tujuh cabang olahraga dan 100 nomor pertandingan lebih sedikit dibandingkan edisi sebelumnya.

Raja Sapta Oktohari menegaskan bahwa Indonesia tetap menghormati kewenangan SEAGF dalam menentukan cabang olahraga dan nomor pertandingan yang masuk dalam program SEA Games.

Namun, ia berharap proses penetapan tersebut tetap memperhatikan kepentingan seluruh negara peserta agar setiap atlet memperoleh kesempatan berkompetisi secara adil.

"Penting bagi kita untuk terus mendorong agar SEA Games memberikan ruang kompetisi yang proporsional dan kesempatan yang adil bagi seluruh atlet di Asia Tenggara," ujar Oktohari.

Absennya Cabang Unggulan Dinilai Berdampak pada Pembinaan Atlet

Oktohari menilai tidak dipertandingkannya sejumlah cabang olahraga unggulan Indonesia bukan hanya berpotensi memengaruhi peluang perolehan medali pada SEA Games 2027.

Menurutnya, kondisi tersebut juga dapat berdampak terhadap kesinambungan program pembinaan atlet yang selama ini dipersiapkan untuk menghadapi berbagai kejuaraan internasional.

Absennya cabang olahraga tertentu turut mengurangi kesempatan atlet untuk mengukur kemampuan, meningkatkan pengalaman bertanding, serta mengevaluasi hasil latihan melalui kompetisi tingkat Asia Tenggara.

Ia menilai cabang olahraga yang memiliki rekam jejak prestasi internasional tetap membutuhkan kesempatan berkompetisi secara berkelanjutan untuk mendukung perkembangan atlet.

Kesempatan bertanding juga dianggap penting dalam menjaga keberlangsungan ekosistem olahraga, termasuk pembinaan prestasi dan pengembangan potensi atlet di masing-masing negara.

Oleh karena itu, KOI mendorong komunikasi dan koordinasi berkelanjutan dengan SEAGF serta seluruh negara anggota mengenai penyusunan program pertandingan SEA Games.

KOI juga berharap penyelenggaraan SEA Games tetap memberikan perhatian terhadap cabang olahraga Olimpiade sebagai bagian dari upaya meningkatkan prestasi atlet Asia Tenggara di tingkat internasional.

KOI Minta Tim Indonesia Tetap Fokus Hadapi SEA Games 2027

Meski terdapat pengurangan cabang olahraga dan nomor pertandingan, Oktohari meminta perubahan tersebut tidak mengurangi semangat persiapan kontingen Indonesia menghadapi SEA Games Malaysia 2027.

Ia menegaskan bahwa Tim Indonesia harus tetap fokus mempersiapkan atlet secara maksimal agar mampu bersaing dan meraih prestasi terbaik dalam ajang olahraga regional tersebut.

Oktohari mengingatkan keberhasilan Indonesia menempati peringkat kedua klasemen akhir SEA Games Thailand 2025 dengan perolehan 91 medali emas.

Pencapaian tersebut dinilai menjadi modal penting bagi Indonesia untuk menghadapi persaingan pada SEA Games berikutnya, meskipun terdapat perubahan program pertandingan.

"Fokus kita tetap sama, yaitu mempersiapkan atlet Tim Indonesia agar mampu memberikan prestasi terbaik dengan mengumandangkan Indonesia Raya sambil mengibarkan Merah Putih sesering mungkin," kata Oktohari.

Perubahan Program Pertandingan Jadi Momentum Evaluasi

Oktohari mengajak seluruh pemangku kepentingan olahraga nasional menjadikan perubahan program pertandingan SEA Games 2027 sebagai momentum untuk mengevaluasi kekuatan dan kesiapan atlet Indonesia.

Evaluasi tersebut diharapkan menjadi dasar dalam menyusun strategi yang lebih tepat, terutama untuk menghadapi persaingan pada cabang olahraga dan nomor pertandingan yang tetap masuk dalam program SEA Games Malaysia.

Selain menyusun strategi, seluruh pihak terkait juga didorong terus mematangkan program latihan, pembinaan, dan persiapan atlet menjelang pelaksanaan SEA Games 2027.

KOI menegaskan bahwa perubahan program pertandingan harus disikapi melalui persiapan matang dan kerja sama seluruh pemangku kepentingan olahraga nasional.

Melalui langkah tersebut, Tim Indonesia diharapkan tetap mampu mempertahankan daya saing dan mengejar prestasi terbaik pada SEA Games Malaysia 2027.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026