HOME  ⁄  Nasional

Nahdlatul Wathan Serukan Jamaah Tetap Tenang Hadapi Dinamika Nasional, Ingatkan Bahaya Hoaks dan Perpecahan Bangsa

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Nahdlatul Wathan Serukan Jamaah Tetap Tenang Hadapi Dinamika Nasional, Ingatkan Bahaya Hoaks dan Perpecahan Bangsa
Foto: (Sumber :Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PB NW). ANTARA FOTO/Hasfen.)

Pantau - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PB NW), TGKH Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani, mengimbau seluruh masyarakat, khususnya jamaah Nahdlatul Wathan, untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang beredar di tengah dinamika situasi nasional.

Imbauan tersebut disampaikan Zainuddin Atsani di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (5/11/2026), sebagai upaya menjaga persatuan, memperkuat persaudaraan, serta mencegah penyebaran informasi yang belum terverifikasi.

Menurutnya, masyarakat perlu menyikapi perkembangan isu nasional secara bijaksana, rasional, dan bertanggung jawab agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi konflik yang mengganggu persatuan bangsa.

Seruan tersebut juga menjadi bagian dari upaya PB NW menjaga suasana masyarakat tetap aman, damai, dan kondusif di tengah berbagai isu kenegaraan yang ramai diperbincangkan.

Ketua Umum PB NW Kumpulkan Pengurus Bahas Situasi Nasional

Sebelum menyampaikan imbauan tersebut, Zainuddin Atsani mengumpulkan sejumlah jajaran pengurus dan tokoh Nahdlatul Wathan dalam pertemuan yang berlangsung pada Rabu (4/11/2026) malam.

Pertemuan dimulai sekitar pukul 20.00 WITA di Rumah Pengurus Besar Nahdlatul Wathan dengan agenda membahas perkembangan situasi nasional dan berbagai persoalan kenegaraan.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Umum PB NW menekankan pentingnya menjaga ketenangan masyarakat serta memperkuat komunikasi di tengah beragam informasi yang berkembang.

Ia mengingatkan bahwa perbedaan pendapat merupakan bagian dari kehidupan demokrasi, tetapi tidak boleh menjadi penyebab rusaknya hubungan antarmasyarakat.

"Perbedaan pandangan dalam kehidupan berbangsa merupakan hal yang wajar, tetapi jangan sampai berkembang menjadi pertentangan yang merusak persaudaraan dan persatuan nasional," katanya.

Zainuddin Atsani meminta jamaah Nahdlatul Wathan tetap menunjukkan sikap dewasa dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa.

Menurutnya, sikap kritis terhadap perkembangan nasional tetap diperlukan selama dilakukan secara bertanggung jawab dan tidak mengabaikan kepentingan persatuan.

Nahdlatul Wathan Ingatkan Jamaah Tidak Mudah Percaya Informasi yang Belum Jelas

PB NW juga menyoroti pentingnya kehati-hatian masyarakat dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang berkaitan dengan isu politik dan kenegaraan.

Zainuddin Atsani mengingatkan jamaah agar tidak langsung mempercayai kabar yang beredar tanpa memastikan kebenaran dan sumber informasinya.

Ia menilai penyebaran informasi yang belum jelas kebenarannya berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan memperkeruh suasana masyarakat.

Karena itu, seluruh jamaah diharapkan tetap mengedepankan pertimbangan yang matang sebelum memberikan tanggapan terhadap isu nasional.

Ketua Umum PB NW juga mengajak masyarakat menjaga komitmen terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Selain itu, ia meminta jamaah terus memperkuat persatuan dan mendukung program serta kebijakan pemerintah pusat yang berorientasi pada kepentingan rakyat dan kemajuan Indonesia.

Guru Besar Hukum Unram Minta Persoalan Bangsa Disikapi Secara Konstitusional

Pertemuan pengurus Nahdlatul Wathan tersebut turut dihadiri Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Mataram, Prof. H. Zaenal Asikin.

Dalam diskusi tersebut, Zaenal memberikan pandangan mengenai perkembangan situasi ketatanegaraan dan pentingnya memahami persoalan nasional berdasarkan ketentuan hukum.

Menurutnya, masyarakat tidak seharusnya mengambil kesimpulan hanya berdasarkan opini maupun informasi yang berkembang di ruang publik.

Ia menegaskan setiap persoalan kenegaraan harus dipahami melalui pendekatan rasional dengan mengacu pada aturan hukum dan konstitusi yang berlaku.

"Situasi bangsa harus disikapi secara rasional dan konstitusional. Masyarakat perlu melihat setiap persoalan berdasarkan aturan hukum yang berlaku, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta tetap mengedepankan kepentingan bangsa dan negara," ujarnya.

Zaenal mengingatkan bahwa pemahaman terhadap hukum menjadi penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Pendekatan konstitusional juga dinilai perlu dikedepankan dalam menyikapi perbedaan pandangan mengenai persoalan kenegaraan.

PB NW Ajak Jamaah Perkuat Persaudaraan dan Jaga Keutuhan NKRI

Melalui pertemuan tersebut, PB NW berupaya membangun komunikasi dan menyamakan pandangan di antara jajaran pengurus serta tokoh organisasi dalam menghadapi perkembangan situasi nasional.

Organisasi tersebut berharap seluruh jamaah Nahdlatul Wathan tetap menjadi bagian dari masyarakat yang menjaga keteduhan dan tidak mudah terlibat dalam pertentangan.

Penguatan ukhuwah atau persaudaraan juga menjadi perhatian agar hubungan antarmasyarakat tetap terjaga meskipun terdapat perbedaan pandangan.

PB NW menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa sebagai tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Jamaah Nahdlatul Wathan diharapkan terus berkontribusi menciptakan lingkungan yang damai, sejuk, dan kondusif dengan mengedepankan sikap rasional, tanggung jawab, serta penghormatan terhadap hukum.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026