
Pantau - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mendorong percepatan studi kelayakan pembangunan jalur MRT atau LRT koridor Tomang–Balaraja untuk meningkatkan konektivitas transportasi massal antara DKI Jakarta dan wilayah Tangerang Raya.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan percepatan kajian tersebut menjadi prioritas pemerintah daerah karena tingginya mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan harian antara Banten dan Jakarta.
Pernyataan itu disampaikan Andra di Kabupaten Tangerang, Jumat (6/11/2026), saat memberikan keterangan mengenai perkembangan rencana pembangunan transportasi massal dan penanganan kemacetan di wilayah Banten.
Studi Kelayakan Lebak Bulus–Serpong Hampir Rampung
Andra menjelaskan bahwa kajian kelayakan jalur Lebak Bulus–Serpong saat ini telah mendekati tahap penyelesaian.
Sementara itu, Pemprov Banten masih mendorong percepatan studi kelayakan koridor Tomang–Balaraja agar rencana pembangunan dapat segera memasuki tahapan berikutnya.
"Studi kelayakan untuk jalur Lebak Bulus-Serpong sudah hampir selesai. Sekarang kami mendorong percepatan untuk koridor Tomang-Balaraja agar bisa segera ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat," kata Andra di Tangerang, Jumat.
Menurutnya, pembangunan jaringan transportasi massal yang menghubungkan Jakarta dan Banten diperlukan untuk mendukung aktivitas masyarakat di kawasan aglomerasi.
Wilayah Kota Tangerang hingga Kabupaten Tangerang memiliki pertumbuhan penduduk dan tingkat mobilitas harian yang tinggi sehingga membutuhkan pengembangan sistem transportasi yang terintegrasi.
Pemprov Banten berharap penyelesaian studi kelayakan dapat mempercepat tindak lanjut pemerintah pusat terhadap rencana pembangunan jalur tersebut.
Pemprov Banten dan DKI Jakarta Perkuat Kerja Sama Transportasi
Untuk mendukung realisasi proyek, Pemprov Banten terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta pemerintah kabupaten dan kota yang wilayahnya akan dilalui jaringan transportasi massal.
Kerja sama tersebut mencakup perencanaan konektivitas antardaerah dan penyediaan sarana transportasi pendukung bagi masyarakat.
"Nanti itu semua pasti saya, Pak Bupati, Wali Kota, bersama Gubernur DKI Jakarta akan terus berkolaborasi," ucapnya.
Andra menegaskan bahwa integrasi transportasi regional membutuhkan keterlibatan berbagai pemerintah daerah agar pengembangan jaringan dapat berjalan selaras.
Pemerintah kabupaten dan kota di Banten juga akan dilibatkan dalam penyiapan transportasi pengumpan atau feeder yang menghubungkan kawasan permukiman dengan stasiun.
Salah satu moda yang direncanakan untuk mendukung konektivitas tersebut adalah bus raya terpadu atau bus rapid transit (BRT).
"Kami berharap feasibility study tentang MRT atau LRT jalur Tomang–Balaraja itu bisa segera selesai dan bisa segera ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat," kata dia.
Pemprov Banten Siapkan Transportasi Pengumpan Antarstasiun
Selain mendorong pembangunan jalur MRT dan LRT, Pemprov Banten menyiapkan langkah integrasi transportasi untuk mempermudah akses masyarakat menuju stasiun.
Penyediaan layanan pengumpan menjadi salah satu bagian dari rencana pengembangan jaringan transportasi massal di Tangerang Raya.
Pemerintah daerah akan mengoordinasikan pengembangan jaringan tersebut dengan sistem transportasi yang telah tersedia di masing-masing wilayah.
Integrasi antara transportasi berbasis rel dan angkutan jalan diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat yang setiap hari melakukan perjalanan lintas wilayah.
Andra menyatakan kolaborasi antara pemerintah provinsi, kabupaten, kota, dan pemerintah pusat akan terus dilakukan untuk mendukung pelaksanaan rencana tersebut.
Proyek Underpass Bitung Capai 70 Persen untuk Urai Kemacetan
Di samping pengembangan transportasi massal, Pemprov Banten juga berupaya mengurangi kemacetan melalui pembangunan infrastruktur jalan.
Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah pembangunan jalan bawah tanah atau underpass Bitung di Kabupaten Tangerang.
Andra mengungkapkan bahwa progres pembangunan fisik proyek tersebut telah mencapai 70 persen.
Ia mengapresiasi dukungan kementerian teknis dalam mempercepat penyelesaian proyek yang ditujukan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan strategis tersebut.
Pemprov Banten bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang juga terus menyelaraskan penataan jalan pengumpan dan konektivitas jaringan jalan regional di sekitar Bitung.
"Ini merupakan upaya untuk mengurangi kemacetan yang hampir stuck (kejenuhan lalu lintas tinggi), yang diperkirakan dengan adanya underpass ini indeks kemacetan akan berkurang signifikan hingga setengahnya. Tentunya konektivitas jaringan jalan pengumpannya juga terus kami rapikan," pungkasnya.
Pemerintah daerah memperkirakan keberadaan underpass Bitung dapat mengurangi tingkat kemacetan secara signifikan apabila didukung penataan jaringan jalan di sekitarnya.
Sementara itu, percepatan studi kelayakan MRT atau LRT Tomang–Balaraja tetap menjadi agenda Pemprov Banten dalam memperkuat hubungan transportasi antara Jakarta dan Tangerang Raya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




