HOME  ⁄  Nasional

Taman Bendera Pusaka Jakarta Raih Pengakuan Internasional, ITJ Apresiasi Pembangunan Pramono Anung

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Taman Bendera Pusaka Jakarta Raih Pengakuan Internasional, ITJ Apresiasi Pembangunan Pramono Anung
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Foto udara jembatan penghubung pada proyek revitalisasi Taman Bendera Pusaka di Kebayoran Baru, Jakarta. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar/am..)

Pantau - Taman Bendera Pusaka di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mendapat pengakuan internasional setelah masuk dalam jajaran 40 finalis terbaik (Top 40 Finalists) Seoul Design Award 2026, sehingga mendapat apresiasi dari Komisaris PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ) Budi Siswanto terhadap pembangunan yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung.

Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang desain internasional yang menerima 1.204 pengajuan proyek dari 91 negara.

Budi mengatakan pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan ruang publik di Jakarta mulai mendapat perhatian dunia.

“Taman yang merupakan integrasi Taman Ayodya, Taman Langsat, dan Taman Leuser tersebut berhasil masuk dalam jajaran Top 40 Finalists Seoul Design Award 2026, ajang desain internasional yang tahun ini menerima 1.204 pengajuan proyek dari 91 negara,” kata Budi di Jakarta, Sabtu (7/11/2026).

Taman Bendera Pusaka Hadirkan Ruang Publik dan Nilai Sejarah

Taman Bendera Pusaka merupakan hasil integrasi tiga taman, yakni Taman Ayodya, Taman Langsat, dan Taman Leuser, dengan luas kawasan sekitar 5,6 hektare.

Pembangunannya dimulai pada 8 Agustus 2025 melalui peletakan batu pertama oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di kawasan Taman Langsat, Jalan Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Taman tersebut kemudian diresmikan pada 14 Maret 2026 setelah seluruh tahapan pembangunan selesai.

Kawasan itu dilengkapi jalur khusus pejalan kaki sepanjang 1,2 kilometer, fasilitas olahraga dan rekreasi, amfiteater, ruang komunitas, serta sejumlah elemen ekologis.

Desain taman mengusung filosofi Sang Saka Merah Putih melalui pembagian zona merah dan putih yang dihubungkan jalur pedestrian serta jembatan.

Budi mengatakan nama Bendera Pusaka memiliki pesan sejarah, persatuan, dan perjuangan bangsa yang ingin disampaikan kepada masyarakat melalui ruang publik.

"Nama Bendera Pusaka sendiri bukan sekadar nama. Ada pesan tentang persatuan, sejarah perjuangan bangsa dan bagaimana generasi sekarang memahami bahwa Indonesia dibangun melalui proses panjang. Jadi ketika masyarakat datang berolahraga, berkumpul atau berekreasi, ada nilai kebangsaan yang ikut dihadirkan," kata dia.

Ia menambahkan taman tersebut tidak hanya berfungsi sebagai ruang terbuka hijau, tetapi juga menjadi tempat interaksi warga dan sarana edukasi informal mengenai sejarah serta identitas kebangsaan.

Seoul Design Award Apresiasi Konsep Ekologis Taman

Berdasarkan penilaian Seoul Design Award, proyek Taman Bendera Pusaka dinilai mampu mengubah saluran beton menjadi tepian yang dinaturalisasi dan kawasan lahan basah.

Konsep tersebut mengintegrasikan fungsi pengelolaan air, pemulihan ekosistem, dan penyediaan ruang publik dalam satu kawasan.

Budi menilai desain tersebut menunjukkan bahwa pembangunan kota dapat menggabungkan kepentingan lingkungan, estetika, aktivitas masyarakat, dan identitas lokal.

"Ini yang menarik. Nasionalisme tidak selalu harus disampaikan melalui pidato. Bisa melalui ruang publik yang setiap hari digunakan masyarakat. Anak-anak bermain, warga berolahraga, komunitas berkegiatan, tetapi pada saat yang sama mereka berada di ruang yang membawa simbol Merah Putih dan sejarah bangsa," bebernya.

Ia berharap Taman Bendera Pusaka menjadi salah satu warisan pembangunan Jakarta dalam menyambut usia lima abad ibu kota.

"Jakarta sedang menuju usia lima abad. Kita membutuhkan warisan pembangunan yang bukan hanya terlihat secara fisik, tetapi juga memiliki nilai dan dapat dikenang. Taman Bendera Pusaka bisa menjadi salah satu legasi penting menuju Jakarta lima abad," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pemuda Cinta Tanah Air (PITA) Ervan Purwanto mengatakan penghargaan tersebut memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang memiliki ruang publik berkualitas dan berstandar internasional.

"Jakarta tidak kalah dengan kota-kota besar dunia. Pengakuan dari Seoul Design Award ini menunjukkan bahwa karya yang lahir di Jakarta mampu berdiri sejajar dan diperhitungkan dalam percaturan desain kota internasional," tegasnya.

Ervan berharap pencapaian tersebut menjadi momentum bagi Pemprov DKI Jakarta untuk terus membangun ruang publik yang menggabungkan keberlanjutan lingkungan dengan identitas dan sejarah ibu kota.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026