HOME  ⁄  Nasional

Helikopter Mi-17V5 Jatuh Saat Padamkan Karhutla, Nurul Arifin Desak Evaluasi Keselamatan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Helikopter Mi-17V5 Jatuh Saat Padamkan Karhutla, Nurul Arifin Desak Evaluasi Keselamatan
Foto: Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin.

Pantau - Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin mendesak pemerintah dan pihak terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keselamatan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah helikopter Mi-17V5 mengalami kecelakaan di perairan Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11/2026).

Evaluasi tersebut diminta mencakup keselamatan personel, kelayakan peralatan, serta prosedur operasional dalam pelaksanaan pemadaman kebakaran menggunakan helikopter.

Nurul menyampaikan bahwa keselamatan petugas harus menjadi perhatian utama mengingat operasi pemadaman karhutla merupakan tugas berisiko tinggi.

Politisi Fraksi Partai Golkar itu juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya satu kru helikopter dalam kecelakaan tersebut.

“Saya menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya satu kru helikopter Mi-17V5 saat menjalankan tugas pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah. Pengorbanan almarhum merupakan bentuk dedikasi dan pengabdian kepada negara. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Nurul dalam keterangan yang diterima Parlementaria di Jakarta, Kamis (5/11).

Satu Kru Meninggal, Lima Selamat dan Dua dalam Proses Evakuasi

Berdasarkan keterangan yang disampaikan Nurul, kecelakaan helikopter Mi-17V5 tersebut mengakibatkan satu kru meninggal dunia.

Sebanyak lima kru dilaporkan selamat dan menjalani perawatan di rumah sakit, sementara dua kru lainnya masih dalam proses evakuasi berdasarkan informasi saat keterangan tersebut disampaikan.

Nurul berharap seluruh kru yang selamat dapat segera pulih dan proses evakuasi terhadap dua kru lainnya berjalan dengan baik.

“Saya juga berharap lima kru yang selamat segera pulih dan dua kru lainnya dapat dievakuasi dengan selamat. Keselamatan para petugas yang menjalankan misi kemanusiaan harus menjadi perhatian utama. Mereka mempertaruhkan nyawa untuk melindungi masyarakat dan lingkungan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan,” katanya.

Menurut Nurul, petugas yang terlibat dalam pemadaman karhutla menjalankan tugas penting untuk melindungi masyarakat dan lingkungan dari ancaman kebakaran.

Karena itu, perlindungan keselamatan bagi seluruh personel harus menjadi bagian utama dalam setiap pelaksanaan operasi.

DPR Minta Kelayakan Helikopter dan Prosedur Operasi Dievaluasi

Nurul menegaskan bahwa pengabdian petugas yang menjalankan misi berisiko tinggi harus diimbangi dengan dukungan peralatan dan perlindungan keselamatan yang memadai.

Ia meminta pemerintah melakukan pemeriksaan terhadap kelayakan peralatan yang digunakan dalam operasi pemadaman karhutla.

Selain kondisi peralatan, prosedur operasional di lapangan juga perlu dievaluasi untuk memastikan keselamatan seluruh personel yang terlibat.

“Saya juga berharap pemerintah dan seluruh pihak terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan operasi pemadaman karhutla, termasuk aspek keselamatan personel, kelayakan peralatan, dan prosedur operasional di lapangan. Jangan sampai pengabdian para petugas yang mempertaruhkan nyawa untuk melindungi masyarakat dan lingkungan tidak diimbangi dengan perlindungan serta dukungan keselamatan yang memadai,” tegas politisi dari dapil Jawa Barat I itu.

Nurul menilai evaluasi tersebut diperlukan agar seluruh aspek keselamatan benar-benar diperhatikan dalam pelaksanaan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan.

Ia menekankan pentingnya perlindungan bagi petugas yang mempertaruhkan keselamatan dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026