
Pantau - Perusahaan Umum Daerah Air Minum Jaya (PAM JAYA) dan Perusahaan Umum Daerah Pengolahan Air Limbah Jaya (PAL JAYA) memperkuat koordinasi pembangunan infrastruktur di Jakarta untuk mencegah pekerjaan galian jalan berulang yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
Senior Manager Corporate dan Customer Communication PAM JAYA Gatra Vaganza mengatakan koordinasi kedua perusahaan selama ini telah berjalan dengan baik, terutama dalam pelaksanaan proyek yang membutuhkan kerja sama lintas lembaga.
"PAM JAYA dan PAL JAYA sejauh ini berkoordinasi dengan sangat baik terutama hal-hal yang bersangkutan sinergitas kegiatan," kata Gatra saat dihubungi di Jakarta, Minggu (8/11/2026).
Menurut Gatra, penyelarasan jadwal pekerjaan infrastruktur diperlukan agar pelaksanaan proyek tidak menimbulkan gangguan berkepanjangan bagi pengguna jalan.
Koordinasi tersebut juga perlu melibatkan instansi lain yang memiliki kebutuhan pekerjaan serupa di lokasi yang sama.
Sinkronisasi Proyek Galian Perlu Diperluas
Gatra menjelaskan bahwa komunikasi antarlembaga menjadi salah satu faktor penting dalam mengatur pelaksanaan proyek infrastruktur di Jakarta.
Ia menilai sinkronisasi jadwal pekerjaan harus dilakukan tidak hanya antara PAM JAYA dan PAL JAYA, tetapi juga dengan perusahaan maupun instansi lain yang melakukan penggalian jalan.
Langkah tersebut diperlukan untuk menghindari kesan bahwa ruas jalan yang sama terus-menerus dibongkar akibat proyek yang tidak terkoordinasi.
PAM JAYA dan PAL JAYA sebelumnya telah menjalin kerja sama dalam sejumlah kegiatan pembangunan fasilitas masyarakat.
"Terakhir ini kegiatan sinergi yang dilakukan antara PAM dan PAL adalah pembangunan MCK Komunal di daerah Manggarai melalui program CSR," kata dia.
Kerja sama pembangunan mandi, cuci, kakus (MCK) komunal tersebut menjadi salah satu bentuk koordinasi kedua perusahaan dalam penyediaan infrastruktur pelayanan publik.
PAM JAYA Kejar Target Layanan Air Minum 100 Persen
Gatra menyampaikan bahwa pekerjaan galian yang dilakukan PAM JAYA merupakan bagian dari pengembangan jaringan air minum perpipaan di Jakarta.
Pembangunan tersebut diarahkan untuk memenuhi target cakupan layanan air minum perpipaan sebesar 100 persen pada 2029.
Pengembangan jaringan perpipaan membutuhkan pekerjaan infrastruktur di sejumlah ruas jalan sehingga koordinasi dengan instansi terkait menjadi penting.
PAM JAYA berupaya memastikan pembangunan tetap berjalan untuk memenuhi kebutuhan layanan masyarakat tanpa mengabaikan dampaknya terhadap aktivitas lalu lintas.
Pramono Minta Seluruh Proyek Galian Terkoordinasi
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta PAM JAYA dan seluruh instansi terkait menyelaraskan pekerjaan galian agar tidak mengganggu pengguna jalan.
Permintaan tersebut disampaikan setelah Pramono mengikuti kegiatan JEKATE RUN 2026 di kawasan Halte Bendungan Hilir PAM JAYA, Jakarta, Minggu.
"Untuk itu saya sudah meminta kepada PAM JAYA dan semua yang kemudian harus menggali, harus dilakukan terkoordinasi," kata Pramono.
Pramono menegaskan seluruh perusahaan dan instansi yang melakukan pekerjaan galian perlu memperhatikan dampak pembangunan terhadap masyarakat.
Ia juga menyatakan akan menertibkan proyek galian yang dikeluhkan warga karena menggunakan badan jalan dalam waktu lama.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi memperparah kemacetan di sejumlah ruas jalan Ibu Kota.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap koordinasi lintas instansi dapat meningkatkan efektivitas pembangunan infrastruktur sekaligus menjaga kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
- Penulis :
- Gerry Eka




