
Pantau - Sekitar 1.600 warga dan diaspora Indonesia merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah di Indonesian Muslim Association in America Center, Silver Spring, Maryland, Amerika Serikat, pada 20 Maret 2026.
Perayaan Idul Fitri dilakukan secara sederhana namun tetap memiliki makna mendalam bagi diaspora Indonesia.
Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Indroyono Soesilo menyampaikan bahwa kesederhanaan tersebut merupakan bentuk empati terhadap kondisi global.
"Perayaan Idul Fitri yang sederhana ini adalah pilihan sadar, sebagai wujud empati terhadap situasi global yang turut berdampak pada kondisi di Indonesia".
Duta Besar bersama jajaran KBRI serta jamaah dari wilayah Washington D.C., Maryland, dan Virginia melaksanakan Shalat Id bersama.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan silaturahmi dan makan bersama.
Hidangan khas Lebaran seperti ketupat, opor ayam, rendang, udang balado, sambal, dan kerupuk disajikan dalam acara tersebut.
Bagi diaspora, hidangan tersebut menghadirkan kembali suasana Lebaran di tanah air.
"Dan sesuai tradisi Lebaran itu sendiri, sesendok opor dan sesuap rendang membuktikan bahwa orang Indonesia punya cara tersendiri untuk tetap berkumpul, saling menguatkan, dan merayakan".
Kesederhanaan perayaan juga menjadi bentuk solidaritas terhadap masyarakat di Indonesia yang masih menghadapi dampak bencana.
Nilai kebersamaan, ketulusan, dan kepedulian menjadi inti dari perayaan tersebut.
"Di sinilah makna silaturahmi menemukan bentuknya yang paling nyata. Jarak ribuan mil tidak menghalangi diaspora Indonesia untuk tetap merayakan Lebaran bersama, selayaknya di kampung halaman".
KBRI Washington D.C. juga menyampaikan apresiasi kepada IMAAM Center, relawan, serta seluruh diaspora yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
- Penulis :
- Gerry Eka







