Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Trump Pertimbangkan Kurangi Serangan ke Iran Meski Tegaskan Tidak Ingin Gencatan Senjata

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Trump Pertimbangkan Kurangi Serangan ke Iran Meski Tegaskan Tidak Ingin Gencatan Senjata
Foto: (Sumber : Orang-orang memuat barang-barang yang digeledah dari rumah-rumah yang hancur di Teheran, Iran, pada 12 Maret 2026. (ANTARA/Xinhua/Shadati))

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tengah mempertimbangkan untuk mengurangi secara bertahap serangan militer terhadap Iran di tengah konflik yang masih berlangsung.

Rencana Pengurangan Serangan Militer

Trump menyampaikan pernyataan tersebut melalui media sosial Truth Social pada Jumat (20/3).

Ia mengatakan, "Kami sudah sangat dekat untuk mencapai tujuan kami seiring kami mempertimbangkan untuk mengurangi secara bertahap upaya besar militer kami di Timur Tengah."

Menurutnya, tujuan operasi militer meliputi melemahkan kemampuan rudal Iran, menghancurkan industri pertahanan, serta melumpuhkan angkatan laut dan udara Iran.

Namun demikian, Trump menegaskan tidak menginginkan gencatan senjata dengan Iran.

Ia mengungkapkan, "Saya tidak ingin melakukan gencatan senjata ketika kita sedang melumpuhkan pihak lawan."

Klaim dan Respons Iran

Trump mengklaim kekuatan militer Iran telah melemah secara signifikan, termasuk kehilangan kemampuan pertahanan dan kepemimpinan militer.

Ia menyebut, "Iran sudah tamat karena tidak memiliki angkatan laut dan angkatan udara."

Pernyataan tersebut dibantah oleh Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi.

Ia mengatakan, "Pemerintah AS mengatakan satu hal, kenyataan mengatakan hal lain."

Dampak Global dan Ketegangan Kawasan

Trump juga menyinggung pentingnya pengamanan Selat Hormuz sebagai jalur vital energi global.

Ia mendorong negara-negara pengguna jalur tersebut untuk ikut menjaga keamanan kawasan dengan dukungan Amerika Serikat jika diperlukan.

Sementara itu, Uni Eropa menyatakan kekhawatiran atas konflik yang berpotensi berkepanjangan dan berdampak pada stabilitas global.

Konflik antara AS, Israel, dan Iran sejak akhir Februari telah memicu gangguan pelayaran, lonjakan harga minyak, serta tekanan terhadap perekonomian dunia.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Tria Dianti