
Pantau - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram mengoptimalkan penanganan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Bintaro untuk mengembalikan kondisi normal setelah penumpukan akibat pembatasan ritase di TPA Kebon Kongok.
Kepala DLH Kota Mataram Nizar Denny Cahyadi menyampaikan upaya pembersihan dilakukan secara maraton dengan fokus utama di TPS Bintaro.
Ia mengatakan, "Sejak Tempat Pembuangan Akhir TPA Kebon Kongok Kabupaten Lombok Barat memberlakukan pengurangan ritase buang, TPS Bintaro kami manfaatkan sebagai tempat penampungan sementara."
Pembatasan ritase tersebut diberlakukan sejak Desember 2025 dari empat kali menjadi satu kali pengangkutan.
Kondisi itu membuat Pemerintah Kota Mataram mencari lokasi alternatif penampungan sampah.
Selain TPS Sandubaya, TPS Bintaro dipilih meski mendapat kritik karena berada di jalur wisata menuju Senggigi.
"Tapi apa boleh buat, kami tidak punya lahan alternatif lainnya," ujarnya.
Setelah operasional TPA kembali normal sejak awal Maret, DLH meningkatkan pengangkutan sampah secara intensif.
Dalam sehari, petugas mampu melakukan hingga empat ritase pengangkutan.
Satu truk mengangkut sekitar 2 hingga 3 ton sampah.
Total sampah yang diangkut mencapai sekitar 120 ton per hari.
"Pembersihan TPS Bintaro kini sudah di atas 50 persen," kata Nizar.
Sisa sampah diperkirakan sekitar 1.000 ton dan ditargetkan segera selesai.
Selain di TPS Bintaro, DLH juga mengoptimalkan penanganan sampah di TPS Sandubaya.
Pengolahan dilakukan menggunakan dua mesin insinerator.
Satu unit insinerator hibah belum digunakan karena asap yang dihasilkan masih terlalu tebal.
"Satu unit hibah rumah sakit sementara belum kita gunakan karena asapnya masih terlalu tebal. Kami fokus pada dua unit yang sudah sesuai standar untuk mengurangi beban sampah di sana," ujarnya.
Dua mesin insinerator tersebut mampu mengurangi sekitar 20 ton sampah per hari.
Setiap mesin memiliki kapasitas sekitar 10 ton dengan dua kali proses pembakaran.
DLH berharap langkah ini menjadi solusi penanganan sampah di Kota Mataram.
- Penulis :
- Gerry Eka








