
Pantau - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mencatat sebanyak 960 gempa susulan terjadi setelah gempa utama bermagnitudo 7,6 di wilayah Maluku Utara.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 22 gempa susulan dirasakan oleh masyarakat.
"Hingga Minggu pukul 11:48 WIB, jumlah gempa bumi susulan yang dirasakan sebanyak 22 kali," ujar Muhammad Zulkifli.
Proses Alamiah Pascagempa
BMKG menjelaskan gempa susulan merupakan fenomena umum setelah gempa besar terjadi.
Peristiwa ini terjadi akibat proses penyesuaian kerak bumi setelah pelepasan energi besar saat gempa utama.
"Gempa susulan umumnya memiliki magnitudo yang lebih kecil dibandingkan gempa utama dan dapat terjadi dalam jumlah yang cukup banyak pada fase awal, kemudian frekuensinya akan berangsur menurun seiring waktu," katanya.
Ketidakseimbangan struktur kerak bumi memicu pelepasan energi lanjutan dalam bentuk gempa susulan.
Menuju Kondisi Stabil
BMKG menyebut fenomena ini menunjukkan kerak bumi sedang menuju kondisi stabil.
"Dengan demikian, kejadian gempa susulan yang terjadi saat ini merupakan proses alamiah yang menunjukkan bahwa kerak bumi sedang melakukan penyesuaian untuk mencapai kembali kondisi kestabilannya," ujar Zulkifli.
Gempa utama terjadi pada 2 April 2026 pukul 05.48 WIB di barat daya Pantai Pulau Batang Dua, Ternate.
Episenter gempa berada di laut sekitar 129 kilometer tenggara Bitung, Sulawesi Utara dengan kedalaman 33 kilometer.
- Penulis :
- Gerry Eka








