
Pantau - Sebanyak 671 hektare areal sawah di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, terdampak banjir akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan sungai meluap dan tanggul jebol di sejumlah titik.
Banjir terjadi akibat limpasan air sungai serta jebolnya tanggul di beberapa lokasi.
"Ketinggian genangan banjir di areal persawahan bervariasi," ujar Agus Sukiyono.
Lahan terdampak tersebar di sembilan desa di Kabupaten Demak.
Selain sawah, banjir juga berdampak pada 2.116 rumah warga.
Sebanyak 29 tempat ibadah dan 18 sekolah turut terdampak.
Jumlah warga yang mengungsi mencapai 2.839 jiwa berdasarkan data sementara.
Desa Trimulyo dan Sidoharjo menjadi wilayah dengan dampak paling parah.
Total luas sawah terdampak di kedua desa tersebut mencapai sekitar 660 hektare.
Usia tanaman padi yang terendam berkisar 30 hari.
Potensi kerugian petani dinilai tidak terlalu besar jika tanaman belum memasuki masa tanam penuh.
Pemerintah akan mendata lahan yang mengalami puso untuk diusulkan mendapatkan bantuan.
"Nantinya, ketika ada yang mengalami puso tetap akan kami data untuk diusulkan mendapatkan bantuan dari pusat," ujar Agus Herawan.
Petani yang terdampak berpeluang mendapatkan bantuan benih padi untuk penanaman ulang.
Banjir dipicu oleh jebolnya tanggul dan meluapnya Sungai Tuntang pada 3 April pagi.
Tanggul jebol terjadi di tiga titik di Desa Trimulyo dan tiga titik di Desa Sidoharjo.
Panjang tanggul yang jebol bervariasi antara sekitar 10 hingga 30 meter.
- Penulis :
- Gerry Eka








