
Pantau - Pemerintah Malaysia mengecam keras serangan teror terhadap Gereja Ortodoks Yunani St. George di Kampung Hamoud, Provinsi Karak, Yordania, yang menewaskan sedikitnya tujuh orang dan melukai 27 lainnya saat berlangsungnya acara pemakaman.
Kementerian Luar Negeri Malaysia atau Wisma Putra menyatakan serangan terhadap tempat ibadah tersebut merupakan tindakan yang tidak dapat diterima dalam keadaan apa pun.
Pernyataan itu disampaikan melalui keterangan resmi Wisma Putra di Kuala Lumpur, Minggu (25/10/2026).
“Malaysia menyatakan solidaritas dengan Pemerintah Kerajaan Hasyimiah Yordania dan mengutuk sekeras-kerasnya serangan terhadap rumah ibadah tersebut,” tulis Wisma Putra dalam keterangannya.
Malaysia Nyatakan Solidaritas kepada Pemerintah Yordania
Pemerintah Malaysia menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah dan rakyat Yordania, khususnya keluarga korban yang meninggal dunia dalam serangan tersebut.
Wisma Putra menegaskan bahwa kekerasan terhadap rumah ibadah merupakan tindakan yang mencederai kesucian tempat keagamaan.
Malaysia juga menyatakan sikap bersama Pemerintah Kerajaan Hasyimiah Yordania dalam menolak kekerasan dan ekstremisme dalam bentuk apa pun.
Penolakan tersebut berlaku tanpa memandang motif maupun alasan yang digunakan untuk membenarkan tindakan kekerasan.
Menurut Kementerian Luar Negeri Malaysia, serangan terhadap tempat ibadah bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang menjunjung tinggi perdamaian, kasih sayang, toleransi, dan penghormatan terhadap sesama manusia.
Malaysia menegaskan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama serta melindungi masyarakat dari ancaman kekerasan.
Serangan Terjadi Saat Acara Pemakaman di Gereja St. George
Serangan teror terjadi ketika berlangsung acara pemakaman di Gereja Ortodoks Yunani St. George, Kampung Hamoud, Provinsi Karak, Yordania.
Direktur Keamanan Publik Yordania Obaidallah Maaytah pada Jumat (23/10/2026) melaporkan sedikitnya tujuh orang meninggal dunia akibat serangan tersebut.
Selain korban meninggal, sebanyak 27 orang dilaporkan mengalami luka-luka.
Peristiwa tersebut mendapat kecaman dari Pemerintah Yordania dan perhatian sejumlah negara.
Menteri Dalam Negeri Yordania Mazin Al Farrayeh menyatakan negaranya menjadi sasaran aksi terorisme yang dilakukan sekelompok ekstremis.
Al Farrayeh menggambarkan serangan itu sebagai tindakan mengerikan yang harus dikecam secara tegas.
Malaysia Tegaskan Penolakan terhadap Kekerasan dan Ekstremisme
Wisma Putra menekankan bahwa tindakan kekerasan terhadap masyarakat sipil dan tempat ibadah tidak sejalan dengan prinsip perdamaian.
Pemerintah Malaysia menyatakan dukungannya kepada Yordania dalam menghadapi ancaman ekstremisme.
Malaysia juga menegaskan komitmen untuk terus memperkuat hubungan bilateral yang telah terjalin lama dengan Kerajaan Hasyimiah Yordania.
Kerja sama kedua negara mencakup komitmen menjaga kerukunan antaragama serta berkontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas dunia.
Melalui pernyataan tersebut, Malaysia kembali menegaskan sikap menolak segala bentuk kekerasan yang mengancam keselamatan masyarakat dan kebebasan menjalankan ibadah.
- Penulis :
- Gerry Eka




