HOME  ⁄  News

Banjir Rendam 70 Ribu Tenda Pengungsi di Gaza, Otoritas Tetapkan Status Darurat Tertinggi

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Banjir Rendam 70 Ribu Tenda Pengungsi di Gaza, Otoritas Tetapkan Status Darurat Tertinggi
Foto: Ilustrasi - Seorang bocah laki-laki berada di dalam tenda yang tergenang banjir di kawasan Mawasi, Khan Younis, selatan Jalur Gaza, Palestina, pada 25 November 2024.

Pantau - Otoritas pertahanan sipil Jalur Gaza, Palestina, menetapkan status darurat tertinggi pada Sabtu (7/11/2026) setelah hujan badai menyebabkan banjir yang merendam sekitar 70.000 tenda pengungsi Palestina.

Bencana tersebut mengakibatkan sejumlah kawasan pengungsian terendam air hingga ketinggian 1,5 meter dan membuat petugas penyelamat kewalahan menangani permintaan bantuan.

Berdasarkan laporan Xinhua yang dikutip ANTARA, Minggu (8/11/2026), otoritas pertahanan sipil Gaza menerima ribuan panggilan darurat sejak badai mulai melanda wilayah tersebut.

Namun, keterbatasan sumber daya membuat tim penyelamat tidak mampu menjangkau seluruh lokasi yang membutuhkan pertolongan.

Petugas Hanya Mampu Tangani 218 Panggilan Darurat

Otoritas pertahanan sipil Gaza mencatat sebanyak 2.166 panggilan darurat masuk sejak hujan badai mulai menyebabkan banjir di kawasan pengungsian.

Dari jumlah tersebut, petugas penyelamat baru mampu menanggapi 218 panggilan akibat keterbatasan peralatan dan sumber daya.

Kondisi tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan penanganan darurat di tengah meluasnya genangan air pada kawasan tempat tinggal sementara pengungsi Palestina.

Ketinggian banjir yang mencapai 1,5 meter di sejumlah lokasi turut memperburuk situasi keluarga yang tinggal di tenda-tenda pengungsian.

Otoritas setempat kemudian menetapkan status darurat tertinggi untuk menghadapi dampak bencana tersebut.

Gaza Desak Bantuan Peralatan Penyelamatan dan Hunian Darurat

Otoritas pertahanan sipil Gaza menyerukan kepada masyarakat internasional agar mendesak Israel mengizinkan masuknya bantuan peralatan dan kendaraan khusus penyelamatan.

Bantuan yang dibutuhkan juga mencakup tenda, terpal plastik, serta unit hunian bergerak untuk menyediakan tempat berlindung bagi keluarga pengungsi.

Permintaan tersebut disampaikan karena banyaknya tenda yang terendam banjir dan terbatasnya kemampuan petugas dalam menangani situasi darurat.

Dalam pernyataan terpisah, kantor media yang dikelola Hamas melaporkan puluhan dinding runtuh di berbagai wilayah Jalur Gaza akibat badai.

Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah orang mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan berbeda, termasuk beberapa korban yang mengalami cedera serius.

Berdasarkan perkiraan awal, kerugian langsung akibat badai mencapai sekitar 3 juta dolar AS.

Menteri Kesehatan Palestina Peringatkan Ancaman Cuaca Ekstrem

Menteri Kesehatan Palestina Majid Abu Ramadan memperingatkan bahwa memburuknya cuaca dingin dan badai yang terjadi secara berturut-turut dapat meningkatkan ancaman terhadap keselamatan pengungsi.

Menurutnya, keluarga-keluarga yang mengungsi telah kehilangan sebagian besar kemampuan untuk menghadapi kondisi cuaca ekstrem.

Banyak pengungsi bahkan tidak memiliki sarana perlindungan paling dasar untuk menghadapi hujan, banjir, dan suhu dingin.

Situasi tersebut dikhawatirkan semakin membahayakan masyarakat apabila badai terus berlanjut tanpa adanya tambahan bantuan kemanusiaan.

Otoritas Gaza menekankan pentingnya dukungan internasional untuk memperkuat operasi penyelamatan dan menyediakan tempat penampungan darurat bagi warga terdampak.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026