Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Olahraga

MPOJ Nilai Hattrick Juara Umum Bukti Sukses Kolaborasi Dispora dan KONI DKI Jakarta

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

MPOJ Nilai Hattrick Juara Umum Bukti Sukses Kolaborasi Dispora dan KONI DKI Jakarta
Foto: (Sumber: Ketua Pengurus Besar Popnas dan Peparpenas 2025 Andri Yansyah memberikan sambutan sekaligus mengumumkan peringkat Popnas XVII dan Peparpenas XI dalam acara penutupan di Jakarta, Minggu (9/11/2025). (ANTARA/Aloysius Lewokeda).)

Pantau - Masyarakat Pemantau Olahraga Jakarta (MPOJ) menyatakan keberhasilan DKI Jakarta meraih gelar juara umum dalam tiga ajang nasional, termasuk Popnas XVII 2025, merupakan bukti keberhasilan sinergi antara Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dengan KONI DKI Jakarta dalam pembinaan atlet.

Dominasi DKI Jakarta di Ajang Nasional

DKI Jakarta keluar sebagai juara umum Popnas XVII dengan perolehan 221 medali, terdiri dari 101 emas, 56 perak, dan 64 perunggu.

Peringkat selanjutnya ditempati oleh Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Banten.

Sebelumnya, DKI juga berhasil meraih gelar juara umum pada PON Bela Diri 2025 di Kudus dengan raihan 42 medali emas serta pada ajang Pomnas 2025.

Peneliti MPOJ, Sofwan Sulthon, menyebut pencapaian hattrick tersebut menunjukkan efektivitas program pembinaan olahraga yang dijalankan secara berkelanjutan di DKI Jakarta.

Pentingnya Konsistensi dan Dukungan Berkelanjutan

MPOJ menilai kunci keberhasilan tersebut terletak pada kolaborasi erat antara Dispora dan KONI DKI Jakarta, yang telah terjalin sejak masa kepemimpinan Pramono Anung dan Rano Karno.

Sofwan menegaskan bahwa kolaborasi ini harus dijaga hingga pelaksanaan PON NTB–NTT 2028, tanpa terganggu oleh dinamika internal ataupun perebutan jabatan di lingkungan keolahragaan daerah.

MPOJ juga meminta agar Pemerintah Provinsi dan DPRD DKI Jakarta terus memberikan dukungan penuh agar sistem pembinaan atlet dapat berjalan konsisten dan berkelanjutan.

Menurut Sofwan, prestasi olahraga tidak dapat diraih secara instan, melainkan membutuhkan proses panjang, pembinaan berjenjang, serta konsistensi kebijakan dan anggaran dari seluruh pemangku kepentingan.

Penulis :
Aditya Yohan