Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Olahraga

Tim Dayung Indonesia Tambah Emas, Perak, dan Perunggu di SEA Games 2025 Thailand

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Tim Dayung Indonesia Tambah Emas, Perak, dan Perunggu di SEA Games 2025 Thailand
Foto: (Sumber: Tim dayung putri Indonesia (dari kiri) Nur Azizah Patwa, Andi Reski Rahmawati, Yunita Huby dan Aisah Nabila memacu kecepatannya pada final nomor dayung putri empat orang SEA Games 2025 di Royal Thai Navy Rowing and Canoeing Training Center, Ban Chang, Rayong, Chon Buri, Thailand, Selasa (16/12/2025). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nym. (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI))

Pantau - Tim dayung Indonesia kembali menambah perolehan medali dengan meraih satu emas, satu perak, dan satu perunggu pada ajang SEA Games 2025 yang berlangsung di Thailand.

Raihan Medali Hari Rabu

Perlombaan digelar di Pusat Latihan Dayung-Kano Royal Thai Navy, Rayong, pada Rabu, 17 Desember 2025.

Medali emas dipersembahkan duet La Memo dan Rendi Setia Maulana dari nomor sculls ganda putra atau M2X.

La Memo dan Rendi Setia Maulana mencatatkan waktu 7 menit 18,507 detik untuk keluar sebagai juara.

Mereka mengungguli pasangan Thailand Narongsak Naksaeng dan Premanut Wattananusith yang finis dengan waktu 7 menit 21,404 detik.

Medali perunggu pada nomor tersebut diraih pasangan Filipina Ryinji Penaredondo dan Maxilom van Adrian dengan catatan waktu 7 menit 51,922 detik.

Emas tersebut menjadi medali emas kedua bagi La Memo pada SEA Games 2025.

Sehari sebelumnya, La Memo juga meraih emas pada nomor sculls tunggal putra atau M1X.

Pada lomba sejauh dua kilometer, La Memo dan Rendi Setia Maulana tampil konsisten sejak start hingga finis.

Mereka mencatat waktu 1 menit 43,91 detik pada 500 meter pertama lomba.

Keduanya mengatur tenaga pada satu kilometer berikutnya sebelum melesat pada 500 meter terakhir dengan waktu 1 menit 44,807 detik.

Strategi tersebut membuat wakil tuan rumah Thailand kehabisan tenaga di akhir lintasan.

Tambahan Medali dan Klasemen Sementara

Medali perak diraih pasangan Aprianto dan Ferdiansyah pada nomor lightweight berpasangan putra atau LM2-.

Aprianto dan Ferdiansyah finis dengan waktu 7 menit 59,736 detik.

Mereka kalah cepat dari pasangan Vietnam Hoang Van Dat dan Nguyen Phu yang meraih emas dengan waktu 7 menit 53,080 detik.

Medali perunggu nomor LM2- diraih duet Thailand Siwakorn Wongpin dan Nawamin Dechudomrat dengan waktu 8 menit 8,138 detik.

Medali perunggu Indonesia lainnya diperoleh dari nomor sculls kuartet putri atau W4X.

Kuartet Chelsea Corputty, Issa Behuku, Mutiara Rahma Putri, dan Nurtang mencatatkan waktu 7 menit 56,176 detik.

Medali emas nomor W4X diraih Vietnam dengan waktu 7 menit 42,680 detik.

Medali perak diraih kuartet Thailand dengan waktu 7 menit 46,340 detik.

Indonesia juga menurunkan Lola Hanarina Blegur pada nomor lightweight sculls tunggal putri atau LW1X.

Lola Hanarina Blegur finis di peringkat keempat dengan catatan waktu 9 menit 26,102 detik.

Medali emas LW1X diraih atlet Vietnam Ho Thi Duy dengan waktu 9 menit 8,053 detik.

Medali perak diraih atlet Filipina Joanie Delgaco dengan waktu 9 menit 14,102 detik.

Medali perunggu diraih atlet Myanmar Win Ni Lar dengan waktu 9 menit 23,780 detik.

Hingga saat ini, atlet dayung Indonesia telah mengoleksi tiga medali emas, dua perak, dan satu perunggu.

Raihan tersebut melengkapi kontribusi dari disiplin kano yang sebelumnya menyumbang dua emas, lima perak, dan enam perunggu.

Tim dayung Indonesia masih akan tampil pada dua nomor tersisa, yakni dayung pesisir tunggal putra atau CM1X dan tunggal putri atau CW1X.

Indonesia diwakili Asuhan Pattiiha pada nomor CM1X dan Arni Silva Pattipeiluhu pada nomor CW1X.

Penulis :
Aditya Yohan