
Pantau - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, menyatakan bahwa peringatan 100 tahun Masehi Nahdlatul Ulama merupakan momen penting untuk menegaskan kembali komitmen NU dalam mengawal perjalanan Indonesia menuju peradaban yang mulia.
"Hari ini kita peringati sebagai NU yang satu. Sebagaimana disepakati PBNU dalam rapat gabungan pada Agustus 2025, peringatan Harlah NU kali ini mengusung tema ‘Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia’," ujar Gus Yahya.
Ia menekankan bahwa tema tersebut mencerminkan visi dan idealisme NU yang sejak awal berdiri sejalan dengan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
NU dan Nilai Dasar Kemerdekaan
Gus Yahya menjelaskan bahwa prinsip dasar dalam Pembukaan UUD 1945, seperti kemerdekaan sebagai hak segala bangsa dan penghapusan penjajahan karena bertentangan dengan peri kemanusiaan dan keadilan, telah menjadi nilai yang dihidupi NU sejak berdirinya.
"Semua itu merupakan rumusan visi dan idealisme NU yang telah ditetapkan sejak NU didirikan dan kemudian dimanifestasikan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia," ungkapnya.
NU juga memegang komitmen bangsa Indonesia untuk ikut menjaga ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
NU Sebagai Pelita, Indonesia Tempat Berpijaknya
Dalam pidatonya, Gus Yahya mengibaratkan NU sebagai pelita (misbah) dan Indonesia sebagai tempat berpijaknya pelita tersebut (misykat).
"Apabila NU adalah misbah yang ingin menyinari sekitar, maka misykat-nya adalah Indonesia. Tidak mungkin kita berpikir tentang NU tanpa sekaligus berpikir dan bertindak untuk Indonesia," tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa peringatan satu abad NU memiliki makna ganda, karena dua tahun lalu diperingati berdasarkan kalender Hijriah, sedangkan tahun ini berdasarkan kalender Masehi.
Selama satu abad, Gus Yahya menegaskan, NU tidak pernah bergeser dari semangat dan idealismenya untuk menjadikan NKRI sebagai kubu perjuangan dan markas besar dalam membangun peradaban mulia bagi umat manusia.
"Semoga visi dan idealisme ini senantiasa menghidupi batin kita semua, menyalakan api semangat di dada seluruh kader dan anak bangsa Indonesia," tutupnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







