
Pantau - Menjelang musim kompetisi tenis 2026, Taylor Fritz memilih memprioritaskan pemulihan fisik dibanding peningkatan teknis seperti kebanyakan petenis lainnya, terutama karena ia masih berjuang dengan tendinitis lutut yang belum sepenuhnya pulih.
"Saya tidak bisa benar-benar menargetkan apa pun," ungkap Fritz dalam konferensi pers pra-turnamen United Cup di Perth, Australia.
Ia menjelaskan bahwa sejak akhir ATP Finals, satu-satunya tujuan utamanya adalah memulihkan lututnya.
"Saya masih mengalami tendinitis yang cukup serius, dan itu adalah sesuatu yang membutuhkan waktu sangat lama untuk disembuhkan," jelasnya.
Tak Ingin Absen Panjang, Fokus pada Pemulihan Bertahap
Fritz mengakui bahwa rasa sakit akibat cedera masih terasa, namun belum cukup parah untuk membuatnya mengambil cuti panjang dari tur.
"Tuntutan bermain membuat lebih sulit untuk menghilangkannya, tetapi pada saat yang sama saya tidak ingin berhenti total selama empat bulan untuk mencoba memperbaikinya ketika saya merasa terkadang saya bisa bermain meskipun cedera," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa enam minggu terakhir ia habiskan untuk melakukan penguatan fisik dan membangun fondasi pemulihan.
"Terkadang kondisinya terlalu buruk untuk bermain... tapi fokus utama saya adalah pemulihan dan penguatan," kata Fritz.
Meski demikian, ia tetap menjaga ritme permainan dengan latihan ringan agar tidak kehilangan feeling dalam bermain, sambil tetap menghindari beban berlebih pada lututnya.
Fritz yang kini berusia 28 tahun dan menempati peringkat keenam dunia ATP, mengalami berbagai gangguan fisik sepanjang musim 2025.
Namun ia tetap menunjukkan performa solid sebagai petenis papan atas dunia.
Musim 2025: Penuh Cedera tapi Masih Konsisten
Fritz mencatatkan 53 kemenangan dan 23 kekalahan sepanjang musim lalu, meraih gelar di Eastbourne dan Stuttgart, serta lolos ke ATP Finals untuk ketiga kalinya dalam kariernya.
"Saya rasa ketika saya sehat dan berkompetisi, level permainan saya sangat tinggi," tegasnya.
Ia juga menyebut bahwa meskipun secara peringkat tahun ini ia turun ke posisi enam, sebagian besar waktu ia bermain dalam kondisi cedera.
"Saya mungkin menghabiskan dua bulan musim ini dalam keadaan cedera," ungkap Fritz, yang juga melewatkan musim lapangan tanah liat akibat cedera tersebut.
Ia mengatakan bahwa musimnya secara efektif baru dimulai di lapangan rumput, dan meskipun kembali bermain setelah itu, performanya belum optimal.
United Cup 2026 dan Harapan di Tengah Persaingan Baru
Fritz akan memimpin Tim Amerika Serikat bersama Coco Gauff di ajang United Cup 2026, turnamen beregu campuran antarnegara.
Ia mengantisipasi musim 2026 akan dipenuhi dengan dinamika baru dan persaingan yang semakin ketat, terutama di antara pemain muda.
"Saya pikir alur cerita terbesar jelas adalah persaingan Alcaraz–Sinner, dan apakah akan ada seseorang yang dapat maju dan menantang itu," kata Fritz.
Ia juga menyoroti potensi munculnya nama-nama baru.
"Melihat apakah ada pemain muda yang benar-benar melangkah maju untuk bersaing dengan Carlos dan Sinner," tutupnya.
- Penulis :
- Gerry Eka








