
Pantau - Kompetisi Pertunjukan Tari Ekstrem China 2026 resmi digelar pada 14–15 Januari 2026 di Atlantis Sanya, Provinsi Hainan, China Selatan.
Kompetisi ini merupakan hasil kolaborasi antara Asosiasi Olahraga Ekstrem China dengan Fosun Tourism Group.
Sebanyak 24 peserta dari lebih dari 10 provinsi dan kota di seluruh China ambil bagian dalam ajang ini.
Tari ekstrem (extreme dance) merupakan olahraga inovatif yang berkembang dari tari jalanan (street dance), dan kini menjadi bentuk baru ekspresi fisik dan seni yang semakin populer.
Pertunjukan Unik di Dua Panggung
Kompetisi berlangsung di dua panggung berbeda: satu di darat dan satu lagi di bawah air, menciptakan pengalaman visual yang unik dan menantang batas kemampuan para penari.
Dengan menggabungkan kekuatan gerak tari jalanan dan keanggunan artistik, para peserta menampilkan koreografi spektakuler yang menyatukan unsur olahraga dan seni.
"Ini bukan hanya soal teknik menari, tetapi juga bagaimana mereka mengolah kekuatan tubuh dan emosi untuk menghasilkan pertunjukan yang memukau," ungkap perwakilan Asosiasi Olahraga Ekstrem China.
Perpaduan Seni dan Fisik yang Memikat
Kompetisi ini berhasil menarik perhatian publik dan media karena mampu menunjukkan bagaimana seni dan kekuatan fisik berpadu dalam bentuk ekspresi yang ekstrem dan modern.
Acara ini sekaligus menjadi wadah untuk mempromosikan extreme dance sebagai cabang olahraga baru yang mengedepankan kreativitas, ketahanan fisik, dan inovasi.
"Melalui kompetisi ini, kami ingin membawa olahraga ekstrem ke level artistik yang lebih tinggi," kata juru bicara Fosun Tourism Group.
- Penulis :
- Aditya Yohan







