Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Olahraga

Mohammed Usman Dilarang Bertarung 30 Bulan Usai Terbukti Gunakan Zat Terlarang

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Mohammed Usman Dilarang Bertarung 30 Bulan Usai Terbukti Gunakan Zat Terlarang
Foto: (Sumber: Foto petarung kelas berat Ultimate Fighting Championship (UFC) Mohammed Usman (kiri) menjalani latihan yang dipublikasikan dalam media sosial yang dipantau di Jakarta, Minggu (18/1/2026). (Akun Instagram resmi Mohammed Usman @umohammed@97).)

Pantau - Petarung kelas berat UFC Mohammed Usman resmi dijatuhi larangan bertarung selama 30 bulan oleh Combat Sports Anti-Doping (CSAD) setelah terbukti menggunakan zat terlarang berupa testosteron dan BPC-157, sejenis peptida yang masuk daftar terlarang.

Larangan tersebut berlaku hingga April 2028, setelah hasil tes positif muncul menjelang laga melawan Valter Walker dalam ajang UFC Rio, yang dijadwalkan berlangsung pada 11 Oktober 2025.

Usman Akui Kesalahan dan Ambil Tanggung Jawab

Melalui pernyataan resminya, Usman mengakui kesalahannya dan menyebut penggunaan zat tersebut dilakukan selama proses pemulihan cedera.

"Selama proses pemulihan, saya membuat kesalahan saat berusaha sembuh, dan saya sepenuhnya bertanggung jawab atas hal itu," ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa masa penangguhan ini memberinya waktu untuk memulihkan kesehatan, fokus pada keluarga, dan merenungkan hidup.

Meski tidak menyatakan secara eksplisit masa depannya di MMA, Usman menegaskan bahwa ia akan terus berkomitmen pada pertumbuhan dan melakukan hal yang benar, satu hari demi satu hari.

Karier Usman Sebelum Sanksi

Usman, yang merupakan juara kelas berat musim ke-30 The Ultimate Fighter, mencatat rekor profesional 11 kemenangan dan 4 kekalahan, serta rekor UFC 4 menang dan 2 kalah.

Setelah dua kemenangan awalnya di UFC, Usman kalah dari Mick Parkin dan Thomas Petersen, namun berhasil bangkit dengan mengalahkan Hamdy Abdelwahab di UFC Baku pada Juni 2025.

Di akhir pernyataannya, Usman menyampaikan terima kasih kepada UFC dan seluruh tim pelatihnya atas dukungan selama masa sulit ini.

Penulis :
Gerry Eka