Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Olahraga

Delfine Persoon Hadapi Caroline Veyre dalam Perebutan Gelar Juara Dunia WBC Kelas Bulu Super

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Delfine Persoon Hadapi Caroline Veyre dalam Perebutan Gelar Juara Dunia WBC Kelas Bulu Super
Foto: (Sumber: Foto petinju asal Belgia Delfine Persoon yang dipublikasikan dalam media sosial yang dipantau di Jakarta, Selasa (27/1/2026). Instagram Delfine Persoon @delfine_persoon.)

Pantau - World Boxing Council (WBC) mengumumkan Delfine Persoon dan Caroline Veyre akan bertarung memperebutkan gelar juara dunia kelas bulu super WBC yang masih kosong pada 10 Februari 2026 di Michigan, Amerika Serikat.

Duel ini dinilai sebagai pertemuan dua generasi dengan gaya bertarung berbeda dan diprediksi menjadi salah satu pertarungan paling menarik dalam tinju wanita tahun ini.

Delfine Persoon datang membawa pengalaman panjang sebagai mantan juara dunia kelas ringan dan reputasi sebagai salah satu petinju wanita paling gigih dalam satu dekade terakhir.

Petinju asal Belgia berusia 39 tahun itu mencatatkan rekor 50 kemenangan dengan 20 kemenangan melalui knockout serta tiga kekalahan.

Persoon memasuki laga ini dengan misi merebut kembali sabuk juara dunia hijau emas WBC.

Ia sebelumnya terlibat dalam pertarungan besar melawan petinju papan atas dunia seperti Katie Taylor dan Alycia Baumgardner.

Persoon ingin membuktikan bahwa daya tahan fisik, tekanan tanpa henti, dan volume pukulan masih menjadi kekuatan utamanya di kelas 130 pon.

Caroline Veyre datang dengan ambisi besar untuk mengukuhkan namanya di jajaran elite tinju dunia.

Petinju yang lahir di Prancis dan kini menetap di Kanada itu memiliki perjalanan karier impresif dari level amatir hingga profesional.

Veyre dikenal unggul dalam teknik dan kecepatan bertarung serta memiliki prestasi medali emas Pan Amerika dan pengalaman bertanding di level Olimpiade.

Pertarungan melawan Persoon menjadi laga terbesar dalam karier profesional Veyre sejauh ini.

WBC menilai duel ini bukan sekadar perebutan sabuk juara dunia, melainkan simbol regenerasi tinju wanita yang mempertemukan kualitas petinju berpengalaman dengan talenta muda di panggung utama tinju dunia.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Tria Dianti