Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Olahraga

Kalah dari Satria Muda, Pelatih Hangtuah Soroti Masalah Mental dan Konsistensi Pemain

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Kalah dari Satria Muda, Pelatih Hangtuah Soroti Masalah Mental dan Konsistensi Pemain
Foto: (Sumber: Pebasket Satria Muda Pertamina Bandung Abraham Grahita (kiri) berebut bola dengan pebasket Hangtuah Jakarta Nicholas Hornsby (kedua kiri) pada pertandingan IBL 2026 di GOR Bandung Arena, Bandung, Jawa Barat, Minggu (8/2/2026). Satria Muda Pertamina Bandung berhasil menang melawan Hangtuah Jakarta dengan skor akhir 77-57. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/wpa.)

Pantau - Hangtuah Jakarta harus mengakui keunggulan Satria Muda Pertamina Bandung setelah kalah 57-77 dalam laga lanjutan Indonesian Basketball League (IBL) 2026 yang digelar di GOR Bandung Arena, Minggu malam, 8 Februari 2026.

Meski sempat unggul tipis di dua kuarter awal, Hangtuah kehilangan momentum di babak kedua, terutama pada kuarter keempat ketika hanya mencetak tujuh poin, sementara Satria Muda menambah 18 angka.

Pelatih Akui Masalah Mental Jadi Faktor Kunci Kekalahan

Pelatih Hangtuah Jakarta, Wahyu Widayat Jati, menyoroti lemahnya mental bertanding sebagai penyebab utama kekalahan timnya.

"Ya, kami kembali ke setelan awal, maksudnya adalah setelah halftime kami selalu jelek, saya tidak tahu kenapa bisa begitu, hal ini belum bisa kami pecahkan," ungkap Wahyu.

Ia menjelaskan bahwa tim mengalami penurunan performa usai jeda dan belum mampu menjaga konsistensi permainan dari seluruh pemain, baik lokal maupun asing.

Meski strategi telah dipersiapkan dua hari sebelum laga, implementasi di lapangan dinilai masih belum maksimal.

Persaingan Semakin Ketat, Perlu Perubahan Pola Pikir Pemain

Wahyu juga menilai meningkatnya kualitas liga dengan makin banyaknya pemain asing menuntut tim memiliki daya saing dan mental yang lebih kuat.

Menurutnya, dibutuhkan perubahan pola pikir dan mentalitas agar pemain bisa tampil stabil sepanjang pertandingan.

"Faktor mental dan kesiapan menghadapi tekanan pertandingan menjadi sorotan utama kami saat ini," jelasnya.

Kapten Tim: Free Throw dan Field Goal Harus Diperbaiki

Kapten tim Hangtuah, Diftha Pratama, mengakui performa tim sangat buruk, terutama dalam aspek penyelesaian akhir.

"Saya sadari kami bermain jelek dalam pertandingan ini, terutama dalam lemparan bebas (free throw) dan persentase field goal-nya, jadi ini menjadi pekerjaan rumah untuk diperbaiki," ujarnya.

Kekalahan ini membuat posisi Hangtuah di klasemen sementara terancam, meski masih berada di peringkat kedua dengan 13 poin—sama seperti Satria Muda yang kini naik ke peringkat ketiga, namun masih menyisakan satu pertandingan lebih banyak.

Penulis :
Gerry Eka