
Pantau - Olympic Broadcasting Services (OBS) memperluas penggunaan drone dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam liputan siaran Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026 di Pusat Penyiaran Internasional, Milan, Italia, guna meningkatkan pengalaman menonton yang lebih imersif, Kamis, 12 Februari 2026 pukul 12:23 WIB.
Langkah tersebut diterapkan di hampir seluruh cabang olahraga dengan menghadirkan sudut pengambilan gambar baru serta analisis data real time untuk membantu penonton memahami jalannya pertandingan secara lebih mendalam.
Pada cabang seluncur cepat, kamera kini mengikuti atlet sangat dekat dari belakang untuk menonjolkan kecepatan dan menciptakan sensasi arena yang lebih imersif.
Suara dengungan halus dalam rekaman tersebut berasal dari drone, bukan dari juru kamera konvensional.
CEO OBS Yiannis Exarchos mengatakan, "Kami menggunakan total 25 drone. Kami menggunakannya di hampir semua cabor, kecuali hoki es dan curling,".
Drone yang digunakan telah disesuaikan untuk cabang olahraga individual melalui serangkaian uji coba ekstensif dan koordinasi dengan berbagai federasi internasional guna memastikan keamanan dan efektivitas.
Para pilot drone dilatih sesuai dengan karakteristik masing-masing cabang olahraga, bahkan beberapa di antaranya memiliki latar belakang relevan sebagai mantan atlet.
Yiannis Exarchos menyampaikan, "Sebagian dari mereka sebenarnya mantan atlet dari cabor tersebut, sehingga membuat perbedaan besar. Mereka tahu persis di mana posisi pengambilan gambar terbaik," katanya.
OBS pertama kali menggunakan drone pada Olimpiade Sochi 2014, namun saat itu ukurannya lebih besar dan hanya dapat beroperasi di luar area pertandingan.
Perkembangan teknologi memungkinkan penggunaan drone yang lebih kecil dan ringan sehingga dapat dioperasikan di dalam arena pertandingan dengan tetap memenuhi standar keselamatan ketat.
Yiannis Exarchos mengatakan, "Secara internal, kami juga meminta pendapat dari para atlet," tutur Exarchos.
Ia menambahkan, "Mereka mendukung karena mereka melihat rekamannya, mereka melihat hasilnya, dan mereka mengerti betapa pentingnya hal itu bagi penonton agar dapat lebih memahami apa yang mereka lakukan," tambahnya.
Selain drone, berbagai perangkat kecerdasan buatan juga dikembangkan untuk Olimpiade Milan-Cortina 2026.
Sistem tayangan ulang 360 derajat yang diperkenalkan pada Olimpiade Beijing 2022 kini tersedia di seluruh nomor pertandingan.
Sistem tersebut menggunakan AI untuk menghitung dan memvisualisasikan metrik seperti kecepatan, ketinggian lompatan, serta jumlah putaran.
Yiannis Exarchos mengatakan, "Inilah saat yang tepat ketika para penonton ingin memahami apa yang sebenarnya terjadi," kata Exarchos.
Pada masa lalu, pembuatan tayangan ulang presisi tinggi dapat memakan waktu berjam-jam atau bahkan berhari-hari.
Kini proses tersebut dapat dilakukan hanya dalam lima detik berkat dukungan AI.
OBS menjelaskan bahwa AI membantu memisahkan atlet dari latar belakang, menghasilkan citra gerak tiga dimensi, serta menghitung data relevan.
Dengan dukungan mitra OBS yaitu Alibaba, dikembangkan pula platform analisis waktu nyata untuk mengidentifikasi momen sorotan melalui video, audio, komentar, dan data.
Sistem tersebut dinilai sangat berharga bagi lembaga penyiaran ketika permintaan cuplikan video atlet bintang meningkat.
Penggunaan AI dan drone ditegaskan bertujuan untuk mendukung penyampaian narasi, bukan sekadar memamerkan kecanggihan teknologi.
Yiannis Exarchos menegaskan, "Semua ini tentang para atlet dan Olimpiade. Ini tentang menceritakan kisah mereka, melibatkan penonton, dan melakukannya dengan cara yang seefektif mungkin," kata Exarchos.
- Penulis :
- Aditya Yohan







