
Pantau - Semifinal Qatar TotalEnergies Open 2026 akan mempertemukan Jelena Ostapenko melawan Victoria Mboko serta Karolina Muchova menghadapi Maria Sakkari pada Jumat, 13 Februari 2026 pukul 09.15 WIB dengan waktu baca 4 menit.
Ostapenko turun sebagai petenis putri dengan kemenangan terbanyak dalam sejarah Doha dengan catatan 24-9.
Ia mengatakan "Semuanya dimulai di sini pada tahun 2016, final terbesar saya saat itu," dikutip dari WTA.
Ia menambahkan "Saya suka suasana di sini. Penyelenggara benar-benar memperhatikan kami dengan baik, dan semuanya santai dan rileks dengan cara yang baik. Dan mereka memulai pertandingan lebih larut, yang saya sukai."
Ostapenko Hadapi Mboko yang Sedang Bersinar
Ostapenko akan menghadapi Mboko yang merupakan petenis remaja peringkat ke-10 dan berhasil mengalahkan unggulan kedua Elena Rybakina.
Mboko sempat tertinggal 2-4 di set ketiga melawan Rybakina, juara Australian Open 2026, sebelum memenangi empat gim terakhir dan menang 7-5, 4-6, 6-4.
Petenis berusia 19 tahun itu telah mengalahkan dua pemain Top 10 yakni Mirra Andreeva dan Rybakina secara beruntun.
Dalam debutnya di Doha dan ajang WTA 1000 keenamnya, Mboko lolos ke semifinal keduanya serta telah memenangi gelar WTA 1000 di Montreal tahun lalu.
Mboko menjadi remaja pertama yang mencapai semifinal Doha sejak Ostapenko.
Ia mengatakan "Dia mengenal lapangan ini dengan baik, dia mengenal lingkungannya. Saya berharap dia akan memainkan tenis yang sangat bagus. Kita lihat apa yang terjadi," ujarnya.
Mboko mencetak 126 winner terbanyak di Doha, sementara ini menjadi semifinal Doha keempat bagi Ostapenko yang berada di peringkat ke-24.
Meskipun Ostapenko merupakan juara tunggal Grand Slam French Open 2017, ia belum pernah memenangi gelar WTA 1000 dan dua dari tiga finalnya terjadi di Doha.
Muchova Tantang Sakkari Usai Tumbangkan Swiatek
Setelah laga Ostapenko melawan Mboko, Sakkari akan menghadapi Muchova seusai meraih kemenangan tiga set dramatis atas unggulan nomor satu dan juara Doha tiga kali, Iga Swiatek.
Setelah memenangi tiga pertemuan pertama melawan Swiatek, Sakkari sempat kalah empat kali berturut-turut dari juara Grand Slam enam kali tersebut.
Sakkari tiga kali finis di Top 10 akhir tahun dan pernah mencapai peringkat tertinggi nomor tiga sebelum finis di peringkat 32 pada 2024 dan 52 pada 2025.
Dengan mengalahkan Swiatek dan Jasmine Paolini, Sakkari untuk pertama kalinya sejak WTA Finals 2022 meraih dua kemenangan atas Top 10 dalam satu turnamen.
Ia mengatakan "Saya jelas berusaha untuk kembali ke puncak permainan,".
Ia menambahkan "Saya merasa satu-satunya cara untuk melakukannya adalah dengan mengalahkan para pemain elit itu. Itu sama seperti yang saya lakukan ketika saya berada di peringkat yang sama beberapa tahun yang lalu."
Ia juga menyatakan "Jelas, sekarang saya memiliki lebih banyak pengalaman, dan lebih banyak kesabaran, menurut saya," ujar petenis berusia 30 tahun itu.
Ia menambahkan "Sangat memahami situasi ini."
Ini merupakan semifinal Doha ketiga bagi Sakkari dalam lima tahun dan ia mengincar gelar WTA 1000 kedua setelah menang di Guadalajara pada 2023.
Muchova menang 6-3, 6-4 atas Anna Kalinskaya dan mencapai semifinal WTA 1000 keempat dalam kariernya.
Muchova memulai 2026 dengan catatan 10-2 setelah mencapai semifinal di Brisbane dan babak keempat di Australian Open.
Ia hanya kehilangan 19 gim dalam empat pertandingan pekan ini.
Muchova dua kali menjadi finalis WTA 1000 yakni di Cincinnati 2023 dan Beijing 2024.
Saat ditanya tentang pertandingan melawan Sakkari, Muchova mengatakan "Ini sudah hari ini, bukan besok," merujuk pada waktu yang telah lewat tengah malam.
Ia menambahkan "Kami sudah beberapa kali bermain melawannya. Pasti akan sulit, tetapi saya bersedia menghadapi tantangan ini."
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







