
Pantau - Pengurus Besar Persatuan Squash Indonesia (PB PSI) memanfaatkan status squash sebagai cabang olahraga resmi Olimpiade 2028 untuk memperkuat posisi dalam agenda olahraga nasional, termasuk PON XXII/2028 di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.
Momentum Olimpiade Perkuat Posisi Squash
Ketua Umum PB PSI Alvin Kennedy menyatakan momentum masuknya squash ke Olimpiade menjadi dorongan strategis untuk pengembangan olahraga tersebut di Indonesia.
"Kami ingin melaporkan beberapa agenda strategis kami, salah satunya bahwa squash telah resmi ditetapkan sebagai cabang olahraga Olimpiade, sekaligus ingin berkoordinasi dan meminta arahan terkait penyelenggaraan PON. Kami berharap dengan kabar gembira tersebut, squash dapat dipertandingkan pada PON XXII/2028 NTT-NTB," ungkapnya.
PB PSI juga menyiapkan sejumlah agenda pembinaan seperti Kejuaraan Nasional pada Juni serta SEA Cup pada 15–20 Agustus sebagai bagian dari persiapan atlet.
Koordinasi dengan tuan rumah PON terus dilakukan untuk memastikan kesiapan venue dan dukungan teknis.
KONI Pastikan Squash Dipertandingkan di PON
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat mengapresiasi langkah PB PSI dalam mengembangkan squash serta mendorong peningkatan kompetisi dan pembinaan berjenjang.
KONI menegaskan squash akan dipertandingkan pada PON XXII/2028 sebagai bagian dari persiapan menuju Olimpiade.
Squash akan menjalani debut di Olimpiade 2028 Los Angeles sebagai optional sport dengan dua nomor, tunggal putra dan tunggal putri, masing-masing diikuti 16 atlet.
Pertandingan direncanakan berlangsung di Universal Studios Lot.
Sebelumnya, squash sempat empat kali gagal masuk Olimpiade, meski rutin dipertandingkan dalam ajang internasional seperti Asian Games, Commonwealth Games, hingga World Games.
- Penulis :
- Aditya Yohan








