Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Olahraga

LavAni Tumbangkan Samator 3-1 di Final Four Proliga 2026, Siap Hadapi Bhayangkara Presisi

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

LavAni Tumbangkan Samator 3-1 di Final Four Proliga 2026, Siap Hadapi Bhayangkara Presisi
Foto: (Sumber: Pebola voli Jakarta LavAni Livin Transmedia Taylor Lee Sanders (kiri) melancarkan smes yang dihadang dua pebola voli Surabaya Samator Hadi Suharto (tengah) dan Lyvan Taboada (kanan) pada laga final four putaran pertama Proliga 2026 di Jawapos Arena, Surabaya, Minggu (5/4/2026) petang. (ANTARA/Rizal Hanafi).)

Pantau - Tim Jakarta LavAni Livin Transmedia berhasil mengalahkan Surabaya Samator dengan skor 3-1 pada final four putaran pertama Proliga 2026 di Surabaya.

LavAni sempat kalah di set pertama dengan skor 23-25 sebelum bangkit dan memenangkan tiga set berikutnya dengan skor 25-15, 25-16, dan 25-13.

Kemenangan ini menjadi yang kedua bagi LavAni setelah sebelumnya mengalahkan Jakarta Garuda Jaya.

Jalannya Pertandingan

LavAni sempat unggul 22-20 pada set pertama, namun gagal mempertahankan keunggulan dan harus menyerah 23-25.

Pada set kedua, LavAni tampil lebih solid dan menang 25-15 setelah pertandingan berlangsung ketat di awal.

Dominasi berlanjut pada set ketiga dan keempat melalui tekanan servis dan serangan yang efektif.

Pada set keempat, LavAni unggul jauh hingga 20-10 sebelum menutup laga dengan kemenangan 25-13.

Persaingan Ketat di Final Four

LavAni kini menempati posisi kedua klasemen di bawah Jakarta Bhayangkara Presisi yang juga meraih dua kemenangan.

Kedua tim dijadwalkan bertemu di Solo pada laga terakhir final four putaran pertama untuk menentukan tim terbaik.

"Bhayangkara tim yang bagus dan kuat, pemain asingnya juga bagus, terutama yang opposite. Tapi, peluang kedua tim fifty-fifty karena secara materi pemain hampir seimbang," ujar pelatih.

Dari kubu Samator, kekalahan dinilai dipengaruhi faktor mental dan banyaknya kesalahan sendiri setelah unggul di set pertama.

"Kami terlalu bersemangat dan buru-buru ingin menekan setelah unggul pada set pertama, jadinya malah sering salah sendiri," ujar salah satu pemain.

Manajemen Samator juga menilai tim masih memiliki kelemahan mental karena didominasi pemain muda serta absennya salah satu pemain utama akibat cedera.

Meski demikian, tim Samator melihat adanya peningkatan variasi serangan dalam permainan mereka.

Penulis :
Gerry Eka