HOME  ⁄  Olahraga

Tim Para Angkat Berat Indonesia Sabet 25 Medali di Thailand, Peluang Lolos ke Asian Para Games Makin Terbuka

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Tim Para Angkat Berat Indonesia Sabet 25 Medali di Thailand, Peluang Lolos ke Asian Para Games Makin Terbuka
Foto: (Sumber : Tim para angkat berat Indonesia berfoto bersama dalam kejuaraan Bangkok 2026 Para Powerlifting Asia-Oceania Open Championship yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand, 7-12 April 2026. Indonesia mengirimkan perwakilan 12 atlet dan berhasil meraih enam emas, empat medali perak dan 15 perunggu. (NPC Indonesia).)

Pantau - Tim nasional para angkat berat Indonesia berhasil meraih 25 medali dalam ajang World Para Powerlifting Asia-Oceania Open Championship 2026 di Bangkok, Thailand, sehingga membuka peluang besar lolos ke Asian Para Games 2026.

Raihan Medali dan Peluang Lolos

Pelatih tim nasional para angkat berat Indonesia Coni Ruswanta menyebut capaian tersebut terdiri dari enam medali emas, empat perak, dan 15 perunggu dari total 12 atlet yang diturunkan pada 7-12 April 2026.

“Insyaallah dari hasil perhitungan kami, semua atlet bisa lolos ke Asian Para Games 2026 di Nagoya sesuai yang ditargetkan,” ungkapnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (14/04/2026).

Perolehan medali tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ke-10 klasemen akhir, sementara Uzbekistan keluar sebagai juara umum.

Coni menilai tambahan poin dari kejuaraan ini memperbesar peluang seluruh atlet Indonesia untuk tampil di Asian Para Games 2026.

Prestasi Atlet dan Target Selanjutnya

Dalam kejuaraan tersebut, atlet Abdul Hadi mencuri perhatian dengan meraih dua medali emas di kelas 49 kilogram putra dengan angkatan terbaik 179 kilogram.

Ia mengungguli pesaing dari Vietnam dan Kazakhstan dalam kategori best lift.

Selain itu, atlet termuda Indonesia Delima Yunia Susanti juga tampil gemilang dengan meraih empat medali emas sekaligus dan memecahkan rekor dunia kategori rookie kelas 79 kilogram putri.

Coni menyebut kejuaraan ini menjadi tolok ukur kekuatan lawan, terutama Uzbekistan dan China yang masih menjadi pesaing utama.

“Kami fokuskan latihan demi prestasi anak-anak agar banyak yang lolos ke Nagoya,” ujarnya.

Ia menambahkan program latihan akan ditingkatkan dalam lima bulan ke depan dengan target meraih medali serta meloloskan empat atlet ke Paralimpiade Los Angeles 2028.

Penulis :
Aditya Yohan