HOME  ⁄  Olahraga

SEA Games 2027 Jadi Ujian Pembinaan Atlet Nasional

Oleh Khalied Malvino
SHARE   :

SEA Games 2027 Jadi Ujian Pembinaan Atlet Nasional
Foto: Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Gerindra Ruby Chairani Syiffadia. (Dok. DPR RI)

Pantau - Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Gerindra Ruby Chairani Syiffadia meminta pemerintah membenahi pola pembinaan atlet nasional agar tidak berhenti pada persiapan menjelang kompetisi besar.

Sorotan itu muncul saat Ruby membahas struktur anggaran olahraga dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI bersama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Senin (31/8/2026).

Ruby melihat distribusi anggaran antarpilar olahraga masih belum seimbang. Ia mencatat porsi untuk prestasi dan aktivitas olahraga mencapai sekitar 72 persen. Sementara alokasi pelayanan dan pekerjaan hanya berada di kisaran 3 persen.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu dievaluasi agar pembangunan olahraga tidak hanya mengejar hasil pertandingan. Pemerintah juga perlu memastikan sistem pengembangan atlet berjalan sejak tahap pencarian bakat hingga pembinaan jangka panjang.

“Porsinya untuk prestasi olahraga dan aktivitas ini tetap di kisaran 72, dan untuk pelayanan dan pekerjaan masih jatuh di 3 persen. Ini kita lihat agak timpang antar-pilar yang masih sangat besar,” ujar Ruby.

Regenerasi Atlet Harus Terarah

Ruby menilai prestasi olahraga nasional membutuhkan fondasi pembinaan yang konsisten. Sistem tersebut harus mampu menemukan talenta baru sekaligus menjaga kesinambungan karier atlet.

Ia melihat Akademi Olahraga Nasional dapat menjadi instrumen penting untuk membangun pola tersebut. Program itu tidak semestinya hanya diarahkan untuk menghadapi satu atau dua turnamen.

“Ini merupakan langkah yang strategis, karena pembinaan olahraga Indonesia bukan hanya bagaimana kita mematangkan satu kompetisi, tapi bagaimana kita memastikan adanya regenerasi atlet yang terstruktur dan berkelanjutan,” katanya.

Atas pertimbangan itu, Ruby meminta Kementerian Pemuda dan Olahraga memperjelas kesiapan Akademi Olahraga Nasional dalam rencana kerja serta anggaran 2027.

Ia juga meminta pemerintah menetapkan sasaran program secara spesifik. Target tersebut mencakup jumlah talenta yang akan diseleksi, cabang olahraga prioritas, hingga proyeksi atlet dalam jalur pembinaan menuju SEA Games 2027.

KPI Atlet Diminta Terukur

Selain target, Ruby menekankan pentingnya indikator kinerja utama atau KPI bagi atlet dalam program pembinaan. Ukuran tersebut diperlukan agar keberhasilan akademi dapat dinilai secara objektif.

“Menurut kami, matriks ukur KPI yang dirumuskan akan menjadi indikator keberhasilan Akademi Olahraga Nasional,” ujarnya.

Ruby juga mendorong perubahan pola pikir dalam pembinaan atlet. Menurutnya, pemerintah tidak seharusnya baru memperkuat program saat Indonesia menghadapi SEA Games, Asian Games, atau Olimpiade.

“Kita perlu bergeser dari event-based menuju athlete development system,” kata Ruby.

Pendekatan tersebut menempatkan perkembangan atlet sebagai proses jangka panjang. Kompetisi kemudian berfungsi sebagai salah satu tahap pengukuran, bukan satu-satunya tujuan pembinaan.

SEA Games Jadi Tolok Ukur

Ruby menilai SEA Games 2027 dapat menjadi momentum untuk melihat hasil awal sistem pembinaan baru. Pemerintah dapat menggunakan ajang tersebut untuk menguji efektivitas Akademi Olahraga Nasional dalam menghasilkan atlet baru.

Dengan pola itu, pencapaian medali tidak menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan. Regenerasi dan keberlanjutan jalur pembinaan juga perlu masuk dalam evaluasi.

“SEA Games 2027 akan menjadi salah satu milestone untuk menguji apakah sistem pembinaan yang sedang kita bangun melalui Akademi Olahraga Nasional benar-benar mampu menghasilkan regenerasi atlet yang berkelanjutan,” pungkas Ruby.

Penulis :
Khalied Malvino
FLOII 2026