
Pantau - Tim panjat tebing Indonesia merebut dua medali emas dalam ajang World Climbing Series Guiyang di Kota Guiyang, Provinsi Guizhou, China, melalui nomor speed putra dan mixed speed relay.
Antasyafi Robby Al Hilmi lebih dahulu meraih emas nomor speed putra sebelum Raharjati Nursamsa dan Rajiah Sallsabillah memenangkan mixed speed relay dengan catatan waktu 11,35 detik pada Sabtu (12/9/2026) malam.
Tim kedua China yang diperkuat Zhou Ziyu dan Zhang Mengli meraih perak setelah membukukan waktu 14,85 detik.
Medali perunggu menjadi milik tim pertama Amerika Serikat yang diperkuat Samuel Watson dan Emma Hunt dengan catatan waktu 11,85 detik.
Indonesia Melaju Mulus di Final
Persaingan berlangsung ketat sejak semifinal ketika tim kedua China menghadapi tim pertama Amerika Serikat yang memegang rekor dunia mixed relay dengan waktu 10,89 detik.
Kesalahan tim Amerika Serikat membuat China melaju ke final dengan catatan waktu 11,82 detik.
Pada final, tim kedua China melakukan kesalahan saat memanjat hingga hanya membukukan waktu 14,85 detik.
Nursamsa dan Sallsabillah tampil tanpa kesalahan berarti dan menyelesaikan perlombaan dalam 11,35 detik untuk memastikan medali emas bagi Indonesia.
Tim kedua Indonesia yang diperkuat Antasyafi Robby Al Hilmi dan Kadek Adi Asih sebelumnya tersingkir dari tim pertama Amerika Serikat pada perempat final dengan catatan 11,97 detik berbanding 11,46 detik.
Amerika Serikat kemudian mengalahkan pasangan Prancis Jerome Morel dan Capucine Viglione dengan waktu 11,85 detik berbanding 13,40 detik dalam perebutan medali perunggu.
Konsistensi Latihan Jadi Kunci Emas
Indonesia mengirimkan lima atlet yang terdiri atas dua putra dan tiga putri dalam ajang selama tiga hari di Guiyang tersebut.
Pelatih kepala tim nasional panjat tebing Indonesia Galar Pandu Asmoro mengatakan keberhasilan para atlet tidak terlepas dari konsistensi dalam menjalani latihan.
"Keberhasilan ini berkat konsistensi para atlet dalam berlatih," tutur Galar.
Ia mengatakan tim mixed speed relay telah memenuhi seluruh target yang ditetapkan.
"Saya sangat senang dan bersyukur bisa meraih medali emas," kata Nursamsa.
"Konsistensi dalam latihan adalah kunci untuk meraih emas," lanjutnya.
Sallsabillah juga mengungkapkan kegembiraannya setelah meraih medali emas pertamanya pada musim 2026.
"Saya sangat senang bisa berdiri di podium tertinggi. Di Krakow, saya juga berpasangan dengan Nursamsa, tetapi kami tidak berhasil naik podium. Saya hanya berusaha membuat diri saya lebih baik, dan sekarang saya berada di podium tertinggi," ujar Sallsabillah.
- Penulis :
- Aditya Yohan




