
Pantau - Pembalap mobil Indonesia Sean Gelael menilai kualitas pembalap sepeda motor Tanah Air terus meningkat, sebagaimana ditunjukkan Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama yang mampu bersaing dalam kejuaraan dunia Moto2 dan Moto3.
Sean menyampaikan penilaian tersebut saat menyaksikan persiapan Grand Prix Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Minggu (11/10/2026).
Menurutnya, kehadiran pembalap Indonesia dalam kompetisi internasional menjadi perkembangan positif bagi kemajuan olahraga otomotif nasional.
Sean berharap pencapaian tersebut dapat mendorong peningkatan jumlah kompetisi balap, penonton, dan perkembangan industri otomotif di Indonesia.
"Harapannya balapan semakin banyak diselenggarakan di tanah air, penontonnya bertambah, industri otomotif semakin berkembang, dan penggemar Veda maupun Mario juga semakin banyak," kata Sean.
Sean Gelael Nilai Pembalap Indonesia Semakin Kompetitif
Sean menilai Mario Suryo Aji dan Veda Pratama menjadi contoh pembalap nasional yang mampu menghadapi persaingan di tingkat dunia.
Mario tampil pada kelas Moto2 bersama Idemitsu Honda Team Asia, sedangkan Veda memperkuat Honda Team Asia di kelas Moto3.
Keduanya dijadwalkan mengikuti balapan GP Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika pada Minggu.
Sean mengatakan kesempatan tampil di hadapan masyarakat Indonesia merupakan pengalaman berharga bagi pembalap nasional.
Menurutnya, berlomba dalam kejuaraan dunia di negara sendiri menjadi sebuah kehormatan yang perlu dimanfaatkan secara maksimal.
Ia mengingatkan pentingnya menjaga konsentrasi dan menikmati seluruh rangkaian kompetisi agar pembalap dapat menunjukkan kemampuan terbaik.
Dukungan Penonton Mandalika Jadi Penyemangat Mario dan Veda
Sean memahami bahwa pembalap membutuhkan fokus tinggi selama menjalani persiapan hingga perlombaan.
Pembalap yang pernah meraih posisi kedua dalam ajang 24 Hours of Le Mans bersama Team WRT itu menilai dukungan masyarakat dapat menjadi tambahan semangat bagi atlet nasional.
Kehadiran penonton di Sirkuit Mandalika juga memberikan kesempatan bagi Mario dan Veda untuk merasakan dukungan langsung dari publik Indonesia.
Sean menegaskan kebanggaan masyarakat terhadap pembalap nasional tidak semata-mata ditentukan oleh hasil akhir balapan.
"Menang atau kalah masyarakat tetap bangga sama mereka (Veda dan Mario)," ujar Sean.
Menurutnya, keberanian pembalap Indonesia menghadapi persaingan internasional juga menjadi bagian penting dari pencapaian mereka.
Sean Berharap Balapan di Indonesia Semakin Banyak Digelar
Sean berharap perkembangan kualitas pembalap nasional diikuti dengan semakin banyaknya penyelenggaraan kompetisi otomotif di Indonesia.
Ia juga menginginkan jumlah penonton dan penggemar pembalap nasional terus bertambah.
Peningkatan perhatian masyarakat terhadap olahraga balap diharapkan dapat berjalan seiring dengan perkembangan industri otomotif nasional.
Namun, ketika diminta memberikan pandangan mengenai pembangunan ekosistem balap sepeda motor di Indonesia, Sean memilih tidak memberikan penilaian lebih jauh.
Ia menjelaskan bahwa dirinya tidak terlibat aktif dalam bidang balap sepeda motor sehingga tidak memiliki kapasitas untuk membahas persoalan tersebut secara mendalam.
Mario Aji dan Veda Pratama Wakili Indonesia di GP Mandalika
Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama menjadi dua pembalap Indonesia yang tampil dalam kelas berbeda pada rangkaian GP Indonesia 2026.
Mario membawa nama Indonesia di kelas Moto2 bersama Idemitsu Honda Team Asia.
Sementara itu, Veda menghadapi persaingan Moto3 dengan memperkuat Honda Team Asia.
Penampilan keduanya di Sirkuit Mandalika menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan di hadapan pendukung sendiri.
Sean berharap kedua pembalap dapat memanfaatkan momentum tersebut dengan tetap menjaga fokus sepanjang perlombaan.
- Penulis :
- Gerry Eka




