
Pantau - Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) menyiapkan beasiswa untuk mengikuti turnamen Federasi Tenis Internasional (ITF) bagi dua petenis terbaik putra dan putri dalam rangkaian Liga Tenis Indonesia yang digelar sebanyak lima seri.
Program beasiswa tersebut ditujukan untuk membantu atlet Indonesia mengikuti kompetisi internasional, mengatasi kendala biaya pertandingan di luar negeri, serta meningkatkan peringkat dunia secara berkelanjutan.
Sekretaris Jenderal PP Pelti Andi Fajar Asti mengatakan keterbatasan sponsor selama ini menjadi salah satu hambatan bagi petenis nasional untuk memperbanyak pengalaman bertanding di tingkat internasional.
"Pemain-pemain senior selama ini sepi sponsor, sehingga untuk mengikuti turnamen di luar negeri dengan biaya sangat mahal mereka terkendala," kata Andi seusai membuka Liga Tenis Indonesia Seri 2 di Lapangan Tenis Jatayu Mabes AU, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (14/10/2026).
Dua Petenis Terbaik Dapat Beasiswa Turnamen ITF
Andi menjelaskan bahwa beasiswa diberikan dalam bentuk pembiayaan kepada petenis terpilih untuk mengikuti turnamen yang diselenggarakan ITF.
Penerima beasiswa terdiri atas satu petenis putra dan satu petenis putri yang menunjukkan hasil terbaik sepanjang rangkaian Liga Tenis Indonesia.
Penentuan penerima beasiswa dilakukan berdasarkan hasil pertandingan dari seluruh seri hingga penyelenggaraan Liga Masters.
Melalui mekanisme tersebut, PP Pelti berupaya memastikan bantuan diberikan kepada atlet yang mampu menunjukkan performa terbaik secara konsisten.
Selain menyediakan beasiswa, federasi juga menyiapkan hadiah bagi para juara Liga Tenis Indonesia.
PP Pelti akan memilih turnamen internasional yang memungkinkan atlet Indonesia memperoleh kesempatan bertanding tanpa harus menghadapi antrean peserta yang terlalu panjang.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperbesar peluang petenis nasional mengumpulkan poin untuk memperbaiki posisi dalam peringkat dunia.
Pelti Jajaki Turnamen Internasional di Indonesia
Selain memberikan bantuan pembiayaan, PP Pelti tengah menjajaki peluang menjadi tuan rumah turnamen tenis internasional.
Penyelenggaraan turnamen di dalam negeri diharapkan membuka kesempatan bagi petenis Indonesia memperoleh fasilitas undangan khusus atau wildcard.
Kesempatan tersebut dapat membantu atlet nasional mengikuti pertandingan internasional sekaligus mengumpulkan poin peringkat dunia.
Andi menilai peningkatan peringkat internasional penting untuk memperkuat kesiapan petenis Indonesia menghadapi berbagai ajang olahraga multievent.
Menurutnya, pembinaan atlet juga harus dilakukan secara berkelanjutan agar Indonesia memiliki lebih banyak pemain yang mampu bersaing di tingkat dunia.
Pelti Targetkan 20 Petenis untuk Perkuat Skuad Nasional
PP Pelti menilai Indonesia membutuhkan sedikitnya 10 petenis putra dan 10 petenis putri untuk membentuk skuad utama serta pemain pelapis yang kompetitif.
Ketersediaan pemain pelapis dinilai penting ketika jadwal turnamen internasional berbenturan dengan agenda kejuaraan olahraga yang diikuti Indonesia.
Andi mencontohkan kondisi saat Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang pada September lalu, ketika jadwal sejumlah petenis utama Indonesia berbenturan dengan turnamen WTA.
Situasi tersebut membuat federasi harus mengandalkan pemain lapis berikutnya yang menurut Andi masih memiliki kesenjangan kualitas dibandingkan pemain utama.
Melalui kompetisi berjenjang dan dukungan beasiswa, PP Pelti berharap kualitas pemain pelapis dapat meningkat sehingga kekuatan tim nasional lebih merata.
Pelti Dorong Petenis Indonesia Tembus 100 Besar Dunia
Andi menyebut perkembangan tenis Indonesia mulai mendapat perhatian positif dari ITF seiring kemunculan sejumlah atlet yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Beberapa petenis yang menjadi andalan Indonesia antara lain Aldila Sutjiadi, Janice Tjen, Priska Madelyn Nugroho, dan Muhammad Rifqi Fitriadi.
Pada kelompok junior, Rafalentino Da Costa juga dinilai memiliki prospek setelah berhasil menembus peringkat 180 besar dunia.
PP Pelti berharap pembinaan yang konsisten, peningkatan frekuensi pertandingan, serta dukungan pembiayaan dapat mendorong lebih banyak petenis Indonesia menembus peringkat 100 besar dunia.
Program beasiswa ITF melalui Liga Tenis Indonesia menjadi salah satu langkah federasi untuk memperluas kesempatan atlet nasional mengikuti kompetisi internasional dan meningkatkan daya saing tenis Indonesia.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




