HOME  ⁄  Olahraga

Dayung Dicoret dari SEA Games 2027 Malaysia, PB PODSI Protes dan Minta Pemerintah Ajukan Keberatan

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Dayung Dicoret dari SEA Games 2027 Malaysia, PB PODSI Protes dan Minta Pemerintah Ajukan Keberatan
Foto: Atlet dayung putra Indonesia Febrian dan La Memo memacu kecepatannya pada final dayung double scull putra Asian Games 2026 di Nagaragawa International Regatta Course, Kaizu, Gifu, Jepang, Kamis 24/9/2026 (sumber: ANTARA FOTO/Fauzan)

Pantau - Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI) memprotes keputusan Southeast Asian Games Federation (SEAGF) yang mencoret cabang olahraga dayung dari program pertandingan SEA Games ke-34 tahun 2027 di Malaysia karena dinilai merugikan peluang medali Indonesia dan mengganggu pembinaan atlet menuju Olimpiade.

PB PODSI menyampaikan keprihatinan mendalam atas keputusan tersebut melalui keterangan resmi pada Selasa (3/11/2026), sekaligus meminta pemerintah dan organisasi olahraga nasional mengambil langkah keberatan kepada pihak penyelenggara.

Keputusan pencoretan dayung ditetapkan dalam sidang SEAGF yang berlangsung di Bangkok, Thailand, pada 30 Oktober 2026.

Dalam sidang tersebut, SEAGF mengesahkan sebanyak 43 cabang olahraga dengan total 473 nomor pertandingan untuk SEA Games 2027 yang dijadwalkan berlangsung pada 18–29 September 2027 di Malaysia.

Sejumlah cabang olahraga yang dicoret dari program pertandingan meliputi dayung, gulat, kickboxing, jujitsu, selancar, catur, dan bola tangan.

Khusus cabang olahraga dayung, pencoretan tersebut mencakup tiga disiplin sekaligus, yakni rowing atau dayung, canoeing atau kano, serta traditional boat race atau balap perahu tradisional.

PB PODSI menilai keputusan tersebut tidak hanya merugikan Indonesia, tetapi juga sejumlah negara Asia Tenggara lainnya yang telah mempersiapkan atlet dayung untuk menghadapi kompetisi internasional.

Negara-negara yang dinilai turut terdampak antara lain Thailand, Vietnam, Singapura, dan Filipina yang memiliki program pembinaan atlet dayung menuju Olimpiade.

Indonesia Terancam Kehilangan Peluang Medali Emas SEA Games 2027

PB PODSI menilai penghapusan cabang olahraga dayung dari SEA Games 2027 berpotensi memberikan dampak besar terhadap perolehan medali Kontingen Indonesia.

Selama ini, dayung menjadi salah satu cabang olahraga andalan Indonesia dalam menyumbangkan medali emas pada ajang olahraga terbesar di kawasan Asia Tenggara tersebut.

Dengan tidak dipertandingkannya dayung, Indonesia berpotensi kehilangan salah satu sumber medali emas yang selama ini berkontribusi terhadap pencapaian prestasi nasional.

Keputusan tersebut juga menghilangkan kesempatan atlet-atlet dayung terbaik Indonesia untuk mempertahankan gelar juara yang telah diraih pada penyelenggaraan SEA Games sebelumnya.

Selain kehilangan peluang mempertahankan gelar, para atlet tidak dapat memberikan kontribusi medali bagi Indonesia melalui cabang olahraga dayung pada SEA Games 2027.

PB PODSI juga menyoroti dampak keputusan tersebut terhadap kesinambungan program pembinaan atlet yang telah dirancang dalam jangka panjang.

Menurut organisasi tersebut, penghapusan dayung dari program SEA Games 2027 tidak sejalan dengan semangat sportivitas dan nilai-nilai Olympism yang menjadi dasar pengembangan olahraga menuju kompetisi tingkat dunia.

PB PODSI Sebut Malaysia Ingkari Kesepakatan Penyelenggaraan Dayung

PB PODSI mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya lobi agar cabang olahraga dayung tetap masuk dalam daftar pertandingan SEA Games 2027 Malaysia.

Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil setelah SEAGF menetapkan daftar resmi cabang olahraga dan nomor pertandingan dalam sidang di Bangkok.

Dalam pernyataan resminya, PB PODSI juga menyebut Malaysia telah mengingkari kesepakatan terkait penyelenggaraan cabang olahraga dayung pada SEA Games 2027.

PB PODSI menilai pencoretan dayung merupakan persoalan yang perlu mendapat perhatian serius karena berdampak terhadap kepentingan pembinaan olahraga di sejumlah negara Asia Tenggara.

Keputusan tersebut dinilai dapat mengganggu kesinambungan persiapan atlet yang selama ini menjalani program latihan untuk menghadapi berbagai kejuaraan internasional, termasuk Olimpiade.

PB PODSI Minta Kemenpora dan NOC Indonesia Ajukan Nota Keberatan

Menyikapi keputusan SEAGF, PB PODSI meminta Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) serta Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) mengambil langkah resmi melalui jalur organisasi olahraga internasional.

PB PODSI secara khusus meminta kedua lembaga tersebut mengajukan nota keberatan kepada Southeast Asian Games Federation (SEAGF) dan Olympic Council of Malaysia (OCM).

Pengajuan nota keberatan tersebut bertujuan meminta pihak penyelenggara dan federasi terkait meninjau kembali keputusan penghapusan cabang olahraga dayung dari SEA Games 2027.

PB PODSI berharap langkah tersebut dapat membuka peluang bagi cabang olahraga dayung untuk kembali dimasukkan dalam daftar pertandingan SEA Games ke-34 di Malaysia.

Organisasi tersebut juga menekankan pentingnya memperjuangkan kepentingan atlet Indonesia yang telah menjalani persiapan untuk menghadapi kompetisi tingkat Asia Tenggara.

Pelatnas Dayung Diminta Tetap Berjalan demi Olimpiade Los Angeles 2028

Di tengah polemik pencoretan dayung dari SEA Games 2027, PB PODSI menegaskan bahwa program pemusatan latihan nasional atau pelatnas dayung Indonesia harus tetap berjalan.

Keberlanjutan pelatnas dinilai penting untuk memastikan persiapan atlet tidak terganggu oleh perubahan program pertandingan SEA Games.

PB PODSI berharap pembinaan atlet tetap difokuskan pada persiapan menghadapi babak kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028.

Dengan mempertahankan program latihan, atlet dayung Indonesia diharapkan tetap memiliki kesempatan meningkatkan kemampuan dan menjaga kesiapan menghadapi kejuaraan internasional berikutnya.

PB PODSI juga mengajak masyarakat Indonesia memberikan dukungan moral kepada para atlet yang terdampak keputusan penghapusan dayung dari SEA Games 2027.

Dukungan tersebut dinilai penting untuk menjaga motivasi atlet agar tetap fokus menjalani latihan dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi internasional.

PB PODSI berharap keputusan SEAGF dapat ditinjau kembali sehingga cabang olahraga dayung tetap memiliki kesempatan dipertandingkan pada SEA Games 2027 Malaysia.

Sementara itu, pembinaan dan pelatnas dayung Indonesia diharapkan terus berlanjut untuk menjaga prestasi nasional sekaligus memperbesar peluang atlet lolos ke Olimpiade Los Angeles 2028.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026