
Pantau.com - Kabar tragis diterima oleh gelandang Timnas Nigeria, John Obi Mikel di gelaran Piala Dunia 2018. Obi menerima kabar kalau ayahnya diculik oleh segerombolan orang tak dikenal.Kejadian ini berlangsung saat Nigeria melakoni laga terakhir di fase grup D Piala Dunia 2018 kontra Argentina pada Rabu pekan lalu, 27 Juni 2018. Saat itu, Obi ditelpon oleh anggota keluarganya, mengabarkan sang ayah diculik. Dirinya pun diminta pihak keluarga untuk segera menelepon sang penculik, seperti yang diduga, si penculik meminta uang tebusan. "Saya diberitahu bahwa mereka akan menembak mati ayah saya, jika saya melaporkan penculikan ini ke pihak berwajib atau ke siapapun," kata Obi Mikel seperti dinukil dari The Guardian, Selasa 2 Juli 2018.
Baca Juga: Ciptakan Rambut Ikonik di Piala Dunia 2002, Cara Ronaldo untuk Berprestasi
Obi Mikel akhirnya membicarakan kabar penculikan ayahnya ke pelatih, Gernot Rohr. Dirinya meminta isu penculikan ayahnya tak menganggu konsentrasi penggawa timnas Nigeria. Namun, mantan pemain Chelsea itu tak mampu menyembunyikan rasa getirnya hingga ia merasa dilematis."Sekeras apapun keinginan saya untuk bisa berbicara dengan pelatih, saya tetap tidak bisa melakukannya," ujarnya.Atas situasi ini Obi Mikel mengadukan masalahnya ke Federasi Sepakbola Nigeria (NFF). Alasannya, ia mengaku tidak ingin menganggu konsentrasi timnas Nigeria, hanya saja ia menceritakan kabar tragis itu kepada teman dekatnya. "Hanya beberapa teman dekat saya yang tahu akan hal itu," tutur Obi Mikel.Laga melawan Argentina mau tidak mau Obi Mikel harus mengerahkan semua kemampuannya. Sebab, ia tak ingin 180 juta warga Nigeria kecewa. Sayang di laga itu Super Eagles kalah 2-1 dari tim Tango dan harus terkubur di babak grup.
(Obi Mikel usai laga melawan Argentina/Foto: Reuters)
"Saya harus mengusir kekhawatiran tersebut untuk berlaga membela negara saya lebih dulu," tambah pemain berusia 31 tahun tersebut.Kendati demikian, Mikel merasa bersyukur karena ayahnya selamat dari kungkungan para penculik. Ia berterima kasih kepada pihak kepolisian yang membantu proses penyelamatan pada Senin 2 Juli 2018 kemarin. Kini ia berada di rumah sakit merawat sang ayah akibat menerima siksaan dari para bandit."Ayah saya kini tengah berada di rumah sakit untuk menjalani perawatan karena ia telah menerima siksaan saat dia diculik kemarin,"tuntasnya.
- Penulis :
- Tatang Adhiwidharta








