Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Otomotif

Permintaan EV Meningkat di Daerah, BYD Perluas Jaringan ke Kota Tier-2 dan Luar Jawa

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Permintaan EV Meningkat di Daerah, BYD Perluas Jaringan ke Kota Tier-2 dan Luar Jawa
Foto: (Sumber: Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan mengumumkan harga resmi dari Atto 3 Advanced Plus di IIMS 2026, JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (5/2/2026). ANTARA/Pamela Sakina.)

Pantau - PT BYD Motor Indonesia mengumumkan rencana ekspansi besar-besaran ke kota-kota tier-2 dan wilayah di luar Pulau Jawa untuk menjawab lonjakan permintaan kendaraan listrik (EV) di daerah-daerah tersebut.

Langkah ini disampaikan oleh Head of Public & Government Relations BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

"Jadi saya baru melakukan perjalanan ke daerah. Saya lihat adanya lonjakan pembelian kendaraan EV di daerah-daerah tier-2, di luar pulau Jawa khususnya, EV jadi alternatif dan solusi untuk mereka mengganti kendaraan ICE atau diesel mereka ke EV," ujarnya.

Kendaraan Listrik Jadi Solusi di Tengah Keterbatasan BBM

Luther menjelaskan bahwa masyarakat di wilayah tier-2 mulai melihat kendaraan listrik sebagai jawaban atas keterbatasan bahan bakar minyak (BBM) dan efisiensi penggunaan harian.

"Di beberapa wilayah, BBM itu langka, sementara listrik tersedia. Kendaraan listrik akhirnya dimanfaatkan sebagai alternatif solusi," ungkapnya.

Selain ketersediaan energi, antrean panjang di SPBU juga menjadi alasan utama warga daerah beralih dari kendaraan konvensional ke EV.

Minat paling tinggi terhadap EV datang dari wilayah luar kota besar, terutama luar Jawa, karena pertimbangan biaya operasional yang lebih efisien.

Target 150 Diler Nasional, Fokus Bangun Jaringan Daerah

Menurut Luther, masyarakat daerah kini semakin mempertimbangkan sisi ekonomis dari kendaraan listrik, termasuk pajak dan pengeluaran harian yang lebih hemat.

"Kemudian tentunya setelah mereka lihat dari sisi pajak, dari sisi pengeluaran keseharian itu sangat efisien. Jadi di tier-2 sekarang kami fokuskan ke jumlah jaringan kita bangun, bahkan di luar daerah dan kota-kota tier-2. Kita rencanakan dobel dari yang sudah kita dapatkan," jelasnya.

Saat ini, BYD Motor Indonesia menargetkan untuk memiliki total 150 diler di seluruh Indonesia pada tahun 2026.

Fokus utama adalah memperkuat jaringan di kota-kota menengah dan luar Pulau Jawa, sekaligus mendukung penguatan ekosistem kendaraan listrik nasional.

Penulis :
Gerry Eka