
Pantau - Kendaraan listrik murni diproyeksikan akan mendominasi hingga 80 persen pasar otomotif China pada tahun 2040 seiring meningkatnya efisiensi dan dukungan energi hijau.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ouyang Minggao dalam forum kendaraan listrik di Beijing.
Ia menilai kendaraan listrik murni merupakan teknologi paling efisien dalam memanfaatkan listrik hijau.
Efisiensi kendaraan listrik murni disebut dua kali lebih tinggi dibanding kendaraan hidrogen dan empat kali lebih tinggi dibanding kendaraan berbahan bakar sintetis.
Keunggulan ini membuat kendaraan listrik murni diperkirakan menjadi pilihan utama industri otomotif di masa depan.
Pada 2030, pangsa pasar kendaraan energi baru diperkirakan melampaui 70 persen dengan komposisi kendaraan listrik murni dan hybrid sebesar 7 banding 3.
Pada 2035, pangsa tersebut diprediksi stabil di atas 80 persen dengan rasio meningkat menjadi 8 banding 2.
Sementara pada 2040, dominasi kendaraan listrik murni diperkirakan mencapai rasio 9 banding 1 dibandingkan kendaraan hybrid.
Untuk kendaraan komersial, pangsa kendaraan energi baru diperkirakan melebihi 50 persen pada 2030 dan meningkat menjadi lebih dari 70 persen pada 2040.
Jumlah kendaraan energi baru diproyeksikan mencapai 100 hingga 150 juta unit pada 2030, meningkat menjadi 200 hingga 300 juta unit pada 2035, dan mencapai 300 hingga 380 juta unit pada 2040.
Konsumsi listrik hijau diprediksi melampaui 50 persen pada 2030 dan meningkat menjadi 65 hingga 70 persen pada 2035.
Hal ini menunjukkan kendaraan listrik akan semakin ditopang oleh energi terbarukan.
Namun, pengembangan baterai solid-state masih menghadapi tantangan ilmiah, termasuk stabilitas kimia, mekanik, termal, dan reaksi pada antarmuka.
Teknologi baterai dengan kepadatan energi tinggi tersebut diperkirakan baru akan berkembang menjelang akhir 2030.
Ouyang juga mengingatkan agar teknologi ini tidak hanya dijadikan alat pemasaran.
China sendiri telah mencatat kemajuan signifikan dengan 44 persen pengajuan paten baru berasal dari negara tersebut, meski sistem peringkat keselamatan dinilai masih perlu diperkuat.
- Penulis :
- Gerry Eka








