HOME  ⁄  Otomotif

Ekonom Nilai Insentif Kendaraan Listrik Mampu Percepat Produksi EV Nasional

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Ekonom Nilai Insentif Kendaraan Listrik Mampu Percepat Produksi EV Nasional
Foto: Pengunjung melihat produk terbaru mobil listrik Toyota New bZ4x Touring yang dipamerkan pada pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (1/8/2026).

Pantau - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menilai kebijakan insentif kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang diprioritaskan bagi mobil merek nasional dapat menjadi katalis pengembangan industri otomotif sekaligus mempercepat transisi menuju kendaraan berkelanjutan di Indonesia.

Insentif Dinilai Perlu Dorong Produksi Dalam Negeri

Esther mengatakan pemberian insentif kendaraan listrik merupakan langkah positif untuk mendorong masyarakat beralih menggunakan kendaraan ramah lingkungan, namun kebijakan tersebut perlu didukung strategi lain agar manfaatnya lebih optimal.

Ia menilai kemampuan sumber daya manusia Indonesia dalam mengembangkan kendaraan listrik sudah mulai terlihat, termasuk melalui pengembangan EV di sejumlah perguruan tinggi.

“Di kampus Undip juga sudah bisa produksi mobil EV tapi produksinya masih terbatas untuk keperluan kampus. Jadi ini harus didorong produksi dalam negeri karena SDM Indonesia mampu,” ungkap Esther.

Menurutnya, pengembangan industri EV nasional juga membutuhkan dukungan investasi untuk membangun rantai pasok kendaraan listrik, terutama pada sektor baterai, sehingga ekosistem industri dalam negeri semakin kuat.

Esther juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur pengisian daya untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan kendaraan listrik.

Selain insentif bagi konsumen, ia meminta pemerintah memberikan dukungan yang mendorong produksi massal kendaraan listrik nasional dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang tinggi.

“Insentif lain yang penting untuk mendorong produksi massal EV harga Rp150–200 jutaan dengan TKDN tinggi," ujarnya.

Pemerintah Prioritaskan Mobil Merek Nasional

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan pemerintah akan memprioritaskan pemberian insentif kendaraan listrik bagi mobil merek nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat industri otomotif dalam negeri.

“Kami akan prioritaskan mobil-mobil merek nasional," kata Agus.

Pemerintah masih mengkaji sejumlah aspek kebijakan tersebut, termasuk definisi mobil merek nasional, cakupan penerima insentif, serta waktu pengumuman skema insentif yang akan diterapkan.

Esther sebelumnya juga menilai insentif otomotif seperti pemotongan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) terbukti efektif mendorong permintaan kendaraan listrik yang pada periode sebelumnya mengalami pertumbuhan hingga 152 persen.

Penulis :
Gerry Eka