
Pantau - Anggota Tim Pengawas Haji DPR RI Saan Mustopa melakukan peninjauan langsung ke pemondokan jemaah haji Indonesia di Makkah menjelang fase puncak ibadah haji atau Armuzna.
Dalam kunjungannya, Saan memberikan pengarahan kepada para jemaah sekaligus menyoroti peningkatan kualitas pelayanan haji tahun 2026, terutama dalam sistem pendataan jemaah.
Ia mengapresiasi perbaikan distribusi kartu Nusuk yang sebelumnya sering menjadi kendala pada pelaksanaan haji tahun-tahun sebelumnya.
Menurut Saan, pada periode sebelumnya banyak jemaah belum menerima kartu Nusuk saat tiba di Makkah sehingga memicu kepanikan.
“Dulu banyak sekali yang belum dapat Nusuk saat sampai di Makkah. Jemaah menjadi panik, takut keluar, dan khawatir dianggap ilegal jika diperiksa. Akhirnya mereka hanya berdiam diri di kamar,” ungkap Saan.
Ia juga menyoroti buruknya pendataan pada tahun sebelumnya yang menyebabkan pasangan suami istri terpisah hotel maupun tenda.
Tahun ini, menurutnya, persoalan distribusi Nusuk dan pendataan relatif sudah selesai sebelum keberangkatan sehingga jemaah dapat beribadah lebih tenang tanpa terganggu urusan administrasi.
Jemaah Diminta Jaga Kondisi Fisik
Menjelang keberangkatan ke Arafah, Saan mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik karena suhu di Makkah mencapai 45 hingga 46 derajat Celsius.
“Ini cuaca sudah sangat panas di sini, 45-46 derajat, lebih panas dibandingkan di daerah saya di Karawang. Tapi ini bagian dari ujian ibadah kita. Yang paling penting jaga kesehatan dan istirahat cukup, agar saat berangkat hari Senin nanti stamina kita dalam posisi fit dan segar bugar,” katanya.
Soroti Jemaah Merokok di Lorong Hotel
Dalam kunjungan di Tower 905, Saan juga menindaklanjuti keluhan jemaah asal Bekasi terkait adanya jemaah yang merokok di lorong hotel hingga memicu alarm kebakaran berbunyi.
Menurutnya, tindakan tersebut membahayakan jemaah lain, terutama kelompok lansia dan penderita penyakit jantung.
“Ketika alarm hotel bunyi kan kaget. Jemaah yang punya penyakit jantung atau lansia bisa-bisa jantungnya kumat. Kalau memang tidak bisa menahan untuk merokok, lebih baik turun dan keluar dari hotel, di pinggir jalan. Jangan di lorong karena asapnya ke mana-mana dan membunyikan alarm,” tegas Saan.
Sebagai penutup, Timwas Haji DPR RI meminta seluruh jemaah menjaga kebersamaan, solidaritas, dan toleransi selama menjalankan ibadah haji.
“Dalam situasi seperti ini kita tidak boleh egois. Harus dikesampingkan. Ingat bahwa ada yang sakit dan ada lansia yang juga ingin menjalankan ibadah haji dengan tenang,” ujar Saan.
Ia juga mendoakan seluruh jemaah memperoleh haji mabrur dan kembali ke Indonesia dengan selamat.
- Penulis :
- Gerry Eka





