Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Pantau Ramadhan

Bacaan Niat Qadha Puasa Ramadan, Yuk Hafalkan

Oleh Latisha Asharani
SHARE   :

Bacaan Niat Qadha Puasa Ramadan, Yuk Hafalkan
Foto: Masjid Istiqlal Jakarta

Pantau - Bulan Ramadan telah tiba, umat islam di seluruh dunia menyambut bulan suci ini dengan penuh sukacita. Ramadan telah menjadi momen yang dinanti-nantikan karena suasananya yang syahdu dan memiliki keistimewaan tersendiri.

Namun, keadaan-keadaan tertentu dapat membuat seseorang tidak memungkinkan untuk menunaikan ibadah puasa Ramadan, contohnya seperti sakit, hamil, atau haid. Tentu saja, puasa-puasa yang tidak dijalankan tersebut perlu diganti di kemudian hari dengan jumlah yang sama.

Pada saat mengqadha atau mengganti puasa Ramadan, kita wajib membaca niat puasa qadha tersebut di malam hari. Sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Sulaiman Al-Bujairimi dalam Hasyiyatul Iqna’-nya, seperti dilansir laman resmi NU Online, sebagai berikut:

ويشترط لفرض الصوم من رمضان أو غيره كقضاء أو نذر التبييت وهو إيقاع النية ليلا لقوله صلى الله عليه وسلم: من لم يبيت النية قبل الفجر فلا صيام له. ولا بد من التبييت لكل يوم لظاهر الخبر.

Artinya: Disyaratkan memasang niat di malam hari bagi puasa wajib seperti puasa Ramadhan, puasa qadha, atau puasa nadzar. Syarat ini berdasar pada hadits Rasulullah saw, “Siapa yang tidak memalamkan niat sebelum fajar, maka tiada puasa baginya.” Karenanya, tidak ada jalan lain kecuali berniat puasa setiap hari berdasar pada redaksi zahir hadits (Syekh Sulaiman Al-Bujairimi, Hasyiyatul Iqna’, [Darul Fikr, Beirut: 2007 M/1428 H], juz II).

Sementara itu, berikut adalah niat qadha puasa Ramadan: 

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

(Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.)
Artinya: Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadan esok hari karena Allah swt.

Penulis :
Latisha Asharani
Editor :
Latisha Asharani