
Pantau - Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama menyalurkan santunan senilai Rp100 juta kepada empat yayasan yang mengasuh anak yatim dan piatu.
Penyaluran santunan tersebut dilakukan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Peningkatan Kapasitas Keagamaan Pegawai yang diselenggarakan pada 6 sampai 7 Maret 2026.
Kegiatan tersebut mengusung tema Internalisasi Nilai Spiritual melalui Refleksi Diri Kebersamaan dan Kepedulian Sosial.
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin menyampaikan bahwa puasa merupakan sarana untuk membentuk pribadi yang berintegritas serta mendorong seseorang menjadi versi terbaik dari dirinya.
Ia mengatakan, "Puasa sesungguhnya adalah instrumen untuk membentuk pribadi yang berintegritas dan menjadi versi terbaik dari diri kita. Namun kesuksesan ibadah kita diukur dari sejauh mana kita mampu mentransformasi perilaku menjadi lebih peduli dan berbagi."
Menurutnya ibadah di bulan Ramadan tidak seharusnya berhenti pada aspek ritual semata, tetapi juga harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ia menyampaikan, "Menjadi religius yang benar berarti harus berdampak secara sosial socially impactful. Kualitas hidup kita tergantung pada seberapa besar manfaat yang kita berikan dan seberapa banyak orang yang tersenyum karena kebaikan kita."
Bentuk Kepedulian Sosial kepada Anak Yatim
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Amien Suyitno menyampaikan santunan tersebut merupakan bentuk kepedulian jajaran Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam kepada masyarakat, khususnya anak-anak yatim dan piatu.
Ia mengatakan, "Alhamdulillah hari ini terutama dari Diktis sudah melakukan kegiatan dan upaya menyapa masyarakat melalui pemberian santunan kepada yayasan yang mengelola anak-anak yatim dan piatu. Ini adalah konsen kami agar Pendis terutama Diktis hadir di tengah masyarakat memberikan perhatian terlebih di bulan Ramadan."
Ia berharap kegiatan penyaluran santunan tersebut tidak hanya menjadi agenda sementara tetapi dapat menjadi tradisi baik yang terus berkembang di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.
Ia menyampaikan, "Mudah-mudahan ini menjadi legacy ke depannya akan terus dilakukan lebih baik menghadirkan rasa empati kita kepada orang-orang yang membutuhkan. Saya ucapkan terima kasih kepada Diktis yang luar biasa."
Penguatan Nilai Spiritual dalam Profesionalitas Kerja
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Sahiron menekankan pentingnya internalisasi nilai spiritual dalam mendukung profesionalitas kerja di lingkungan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam.
Ia menyampaikan, "Kepedulian sosial yang kita tunjukkan hari ini adalah cerminan dari refleksi diri dan kebersamaan yang ingin kita bangun di lingkungan Diktis. Sebagaimana puasa yang mempertajam sensitivitas spiritual kerja-kerja kita pun harus didasari oleh kepekaan nurani terhadap sesama."
Menurutnya kepedulian sosial yang ditunjukkan melalui kegiatan tersebut merupakan wujud refleksi diri sekaligus semangat kebersamaan di lingkungan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam.
Ia menegaskan bahwa aktivitas kerja harus didasari oleh kepekaan nurani terhadap sesama manusia agar pengabdian kepada masyarakat dapat berjalan lebih bermakna.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








